Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Waspada Microsleep Saat Mudik: Kepala Puskesmas Pakusari Ingatkan Pengendara Wajib Istirahat Berkala

M Adhi Surya • 2026-03-27 09:00:50
“Perjalanan jauh sebaiknya diselingi istirahat. Bisa berhenti sejenak untuk berjalan, meregangkan tubuh, atau tidur singkat sekitar 15 hingga 20 menit agar konsentrasi kembali pulih.” dr DIAN ALFIYATUL ULIYAH, Kepala Puskesmas Pakusari. (DOK. RADAR JEMBER)
“Perjalanan jauh sebaiknya diselingi istirahat. Bisa berhenti sejenak untuk berjalan, meregangkan tubuh, atau tidur singkat sekitar 15 hingga 20 menit agar konsentrasi kembali pulih.” dr DIAN ALFIYATUL ULIYAH, Kepala Puskesmas Pakusari. (DOK. RADAR JEMBER)

Radar Jember - Kasus kecelakaan lalu lintas akibat pengemudi mengantuk masih sering terjadi, terutama saat perjalanan jauh.

Salah satu penyebabnya adalah microsleep, yakni kondisi ketika seseorang tertidur sangat singkat tanpa disadari saat beraktivitas, termasuk ketika mengemudi. 

Dalam situasi ini, pengemudi bisa kehilangan konsentrasi hanya dalam hitungan detik dan berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Kepala Puskesmas Pakusari, dr Dian Alfiyatul Uliyah, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kondisi tersebut, terutama saat melakukan perjalanan jarak jauh. 

Baca Juga: Microsleep Nyaris Makan Korban di Jalur Gumitir Jember, Truk Hantam Avanza Gara-Gara Sopir Mengantuk

Menurutnya, microsleep sering terjadi ketika tubuh dipaksakan tetap beraktivitas saat sedang lelah atau kurang tidur.

Microsleep itu kondisi ketika seseorang tertidur sangat singkat tanpa disadari. Walaupun hanya beberapa detik, tapi jika terjadi saat berkendara risikonya sangat berbahaya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tanda-tanda microsleep biasanya diawali dengan rasa kantuk berat, sering menguap, mata sulit fokus, hingga kepala terasa berat.

Jika kondisi tersebut muncul, maka pengemudi sebaiknya tidak memaksakan diri untuk terus melanjutkan perjalanan.

Baca Juga: BAHAYA! Microsleep Saat Berkendara Motor Berisiko Fatal, Ini Tips Mencegahnya

“Kalau sudah mulai mengantuk, sebaiknya segera menepi dan beristirahat. Memaksakan diri berkendara justru meningkatkan risiko kecelakaan,” katanya.

Untuk mencegah microsleep, dr Dian menyarankan pengemudi memastikan kondisi tubuh dalam keadaan fit sebelum perjalanan.

Salah satunya dengan memenuhi kebutuhan tidur yang cukup agar tubuh tetap segar dan konsentrasi terjaga selama berkendara. Tidur cukup sekitar tujuh hingga sembilan jam dinilai penting untuk menjaga kewaspadaan tubuh. 

Selain itu, Dian menambahkan, pengemudi juga dianjurkan berhenti secara berkala saat perjalanan jauh.

Idealnya, istirahat dilakukan setiap dua hingga tiga jam sekali untuk meregangkan tubuh atau tidur singkat agar kondisi kembali segar sebelum melanjutkan perjalanan. 

Baca Juga: Perpani Jember Siapkan Seleksi Berdasarkan Skor, Jadi Penentu Siapa Berangkat ke Porprov Jatim 2027

“Perjalanan jauh sebaiknya diselingi istirahat. Bisa berhenti sejenak untuk berjalan, meregangkan tubuh, atau tidur singkat sekitar 15 hingga 20 menit agar konsentrasi kembali pulih,” jelasnya.

Ia berharap, masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kondisi tubuh sebelum bepergian. “Keselamatan di jalan bukan hanya soal kendaraan yang baik, tetapi juga kesiapan fisik pengemudi. Jangan memaksakan diri kalau sudah lelah,” pungkasnya. (dhi/dwi)

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Lebaran #microsleep #Lalu Lintas #mudik #Kecelakaan #pakusari