SUMBERSARI, Radar Jember - Cuaca panas, aktivitas padat, sementara tubuh tak mendapat asupan seharian.
Di situlah pentingnya menjaga cairan, minimal dua liter air per hari menjadi kunci agar stamina tetap terjaga selama puasa, termasuk saat tetap berolahraga.
Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah (RSU Unmuh) Jember, dr Wahyu Agung Purnomo, menegaskan puasa bukan alasan untuk berhenti bergerak.
Aktivitas fisik tetap bisa dilakukan, asalkan memahami batasan dan cara yang tepat.
Menurutnya, saat berpuasa cadangan glukosa sebagai sumber energi utama tubuh memang menurun.
Padahal, olahraga tetap memerlukan energi tersebut. Jika tidak disiasati, tubuh bisa cepat lemas dan berisiko mengalami dehidrasi.
Karena itu, ia menyarankan masyarakat menerapkan prinsip 3T, type, timing, serta term and condition. Type berarti memilih jenis olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang. Jalan kaki, bersepeda santai, atau yoga bisa menjadi pilihan aman.
Timing atau waktu pelaksanaan juga perlu diperhatikan.
Olahraga ringan dapat dilakukan pagi setelah sahur atau sore menjelang berbuka. Sementara olahraga berat sebaiknya dilakukan minimal dua jam setelah berbuka, ketika energi sudah kembali terisi.
Adapun term and condition berkaitan dengan kondisi kesehatan masing-masing individu. Mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu dianjurkan berkonsultasi lebih dulu dengan dokter agar jenis dan intensitas olahraga sesuai kemampuan tubuh.
Wahyu juga mengingatkan pentingnya mengatur pola minum selama Ramadan. Karena waktu minum terbatas, kebutuhan cairan harus dibagi dengan baik agar tetap terpenuhi dan tidak menimbulkan keluhan seperti pusing atau lemas.
“Usahakan tetap minum minimal dua liter air per hari. Bisa dibagi saat berbuka, malam hari, dan sahur. Jangan sekaligus,” ujarnya.
Selain itu, pastikan asupan nutrisi seimbang agar energi, massa otot, dan metabolisme tubuh tetap terjaga sepanjang puasa.
Saat berbuka dan sahur, pastikan mengonsumsi karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral.
“Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi, sedangkan protein membantu mempertahankan massa otot,” pungkasnya.
Menjaga stamina agar tetap produktif selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan menjadi tantangan tersendiri.
Salah satu kunci utama yang sering terlupakan adalah menjaga kecukupan hidrasi tubuh. Para ahli kesehatan menekankan pentingnya memenuhi kebutuhan cairan minimal dua liter atau sekitar delapan gelas air setiap harinya.
Pemenuhan dua liter air ini tidak dikonsumsi sekaligus, melainkan dibagi menggunakan pola 2-4-2: dua gelas saat berbuka, empat gelas antara waktu setelah tarawih hingga sebelum tidur, dan dua gelas saat sahur.
Konsumsi air yang cukup berfungsi untuk menjaga metabolisme tubuh tetap stabil, mencegah dehidrasi yang memicu kelelahan, serta menjaga konsentrasi saat beraktivitas di siang hari.
Dengan pola hidrasi yang tepat, tubuh akan tetap terasa bugar meski sedang berpuasa. (dhi/bud)
Editor : M. Ainul Budi