radar jember - DERU kendaraan di jalan maupun persimpangan lampu merah sering kali disertai kepulan asap rokok yang melayang tanpa arah.
Bagi sebagian orang mungkin itu hal biasa, tetapi bagi pengendara di sekitarnya, asap, abu, bahkan bara rokok bisa menjadi ancaman serius.
Bukan hanya mengganggu kenyamanan, melainkan juga berdampak langsung pada kesehatan mata, saluran napas, hingga memicu kecelakaan lalu lintas.
Dokter IGD RSD Kalisat Jember, dr Mudzakkir Taufiqur Rahman, menjelaskan, asap rokok mengandung partikel karbon, logam berat, dan debu mikro yang bersifat iritatif.
Paparan tersebut bisa memicu dry eye syndrome atau sindrom mata kering, inflamasi konjungtiva (radang selaput mata), hingga mikroabrasi kornea (luka gores sangat kecil di kornea).
Ini bisa menyebabkan lapisan mata lebih rentan infeksi. “Kalau paling ringan bisa terjadi mata kering atau dry eye syndrome. Tapi partikel karbon dan logam berat itu juga bisa menyebabkan inflamasi konjungtiva sampai mikroba kornea,” jelas Taufiq.
Iritasi mendadak saat berkendara bukan perkara sepele. Ketika asap panas mengenai mata, refleks alami membuat kelopak menutup atau penglihatan mendadak buram, sehingga pengendara kehilangan kontrol sesaat.
“Dalam hitungan detik kita bisa jatuh atau menabrak. Karena asap rokok itu panas di mata. Sepersekian detik saja kita tidak tahu di depan ada apa karena penglihatan sudah gelap,” ujarnya.
Tak hanya mata, paparan asap rokok di jalan juga menjadikan pengendara sebagai perokok pasif. Meski mengenakan masker, celah di sisi masker tetap memungkinkan partikel masuk dan terhirup. Hal ini bisa memicu radang paru hingga risiko jangka panjang seperti Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).
“Kalau sering terpapar, risikonya mirip perokok aktif. Mulai radang paru sampai PPOK, bahkan jangka panjang bisa kanker paru atau kanker laring,” terang dokter muda yang kini tengah menempuh spesialis bedah di Malang tersebut.
Taufiq mengungkapkan, di ruang IGD, ia mengaku pernah menangani kasus yang berawal dari fenomena serupa. Ada pasien dengan mata merah berat karena mengucek mata. Ternyata korban mengucek setelah terpapar asap rokok di lampu merah.
Ia juga pernah menangani pesepeda yang terjatuh karena kaget dan penglihatannya buram saat disalip pengendara sambil merokok. “Pernah ada yang jatuh dari sepeda karena kena asap rokok, kaget, penglihatan buram, lalu kehilangan keseimbangan,” katanya.
Menurutnya, langkah pertama saat mata terkena asap atau abu rokok adalah tidak mengucek mata. Sebab ini dapat memperparah goresan pada kornea mata.
Maka, langkah yang tepat, lanjutnya, adalah segera bilas dengan air bersih dalam posisi mata terbuka. Atau bisa menggunakan artificial tears atau air mata buatan tanpa kandungan antibiotik maupun steroid. Jika nyeri masih terasa berat, ia menyarankan agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Ia juga mengingatkan agar berkendara secara lengkap, khususnya mengenakan helm standar.
Minimal mengenakan helm berkaca supaya debu dan asap tidak langsung mengenai mata.
“Partikel asap rokok itu ada yang halus, ada juga yang kasar. Kalau sudah kena mata dan rasanya perih, jangan dikucek, tapi segera bilas dengan air mengalir dengan mata terbuka,” tegasnya. (kin/nur)
Editor : M. Ainul Budi