Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Menjaga Kesehatan di Tengah Bencana: Waspadai 3 Penyakit Langganan Saat Banjir

Redaksi Radar Jember • Senin, 2 Februari 2026 | 19:40 WIB
ANCAMAN NYATA: Kondisi Banjir di Jalan Mastrip, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, Rabu (28/1).
ANCAMAN NYATA: Kondisi Banjir di Jalan Mastrip, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, Rabu (28/1).

RADAR JEMBER - Bencana banjir sering membawa ancaman kesehatan yang serius akibat lingkungan yang tercemar dan sanitasi yang memburuk. 

Air banjir bukanlah air biasa, melainkan media pembawa berbagai kuman dan bakteri yang siap menyerang tubuh ketika daya tahan sedang menurun. 

Oleh karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap tiga penyakit utama yang kerap muncul saat dan pasca-banjir, agar dampak buruknya dapat dicegah sedini mungkin.

Ancaman pertama yang paling mematikan adalah Leptospirosis atau penyakit kencing tikus. Penyakit ini muncul karena air banjir telah bercampur dengan kotoran dan urin hewan, terutama tikus yang keluar dari sarangnya saat genangan naik. 

Bakteri Leptospira dalam air yang terkontaminasi ini dapat menyusup ke dalam tubuh manusia dengan mudah melalui luka terbuka sekecil apa pun, seperti lecet atau goresan di kaki. 

Warga harus sangat waspada jika tiba-tiba mengalami demam tinggi yang disertai rasa nyeri hebat pada otot betis karena termasuk gejala awal penyakit. 

Pencegahan terbaik adalah menciptakan penghalang fisik, selalu gunakan sepatu bot karet yang kedap air saat beraktivitas di genangan dan segera tutup luka dengan perban tahan air untuk menutup jalan masuk bakteri.

Selain ancaman dari air kotor, kondisi di posko pengungsian yang padat dan minim air bersih sering kali memicu wabah diare dan kolera. 

Sanitasi yang buruk menjadi penyebab utama penyebaran bakteri pencernaan ini dengan sangat cepat.

Meskipun akses air bersih terbatas, mencuci tangan sebelum makan itu wajib. 

Pastikan juga sumber air minum diolah dengan benar, yakni dengan memasak air hingga benar-benar mendidih untuk mematikan kuman. 

Sebagai langkah pertolongan pertama yang krusial, sediakan selalu oralit atau cairan rehidrasi untuk mencegah dehidrasi parah jika gejala diare mulai menyerang anggota keluarga.

Jangan pernah meremehkan penyakit kulit seperti kutu air/Tinea pedis dan gatal-gatal. 

Meski sering dianggap masalah sepele, kondisi kaki yang terus-menerus basah dan lembap akibat terendam air kotor dapat memicu infeksi jamur yang menyakitkan.

Jika dibiarkan, kulit yang gatal akan memicu keinginan untuk menggaruk, yang justru menyebabkan luka terbuka dan berisiko mengalami infeksi sekunder yang lebih parah. 

Kunci pencegahannya adalah kedisiplinan menjaga kulit tetap kering, segera bilas kaki dengan air bersih dan keringkan dengan kain lap setiap kali selesai menerjang banjir. 

Gunakan salep anti jamur jika mulai muncul bercak kemerahan di sela jari kaki, dan hindari menggaruk area yang gatal dengan tangan kotor agar luka tidak semakin parah.

Penulis: Inas Masyura

Editor : M. Ainul Budi
#leptospirosis #Salep #urin #Penyakit #Banjir