Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bidik UHC Utama, Pemkab Jember Siapkan Rp340 Miliar demi Kejar Proteksi Kesehatan Paripurna

Maulana RJ • Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:00 WIB
TERUS DITINGKATKAN: Bupati Jember Muhammad Fawait meninjau pelayanan kesehatan di puskesmas.
TERUS DITINGKATKAN: Bupati Jember Muhammad Fawait meninjau pelayanan kesehatan di puskesmas.

Radar Jember - Setelah menerima penghargaan UHC Award 2026 Kategori Madya, Pemkab Jember kembali tancap gas untuk untuk mengejar kasta tertinggi dalam sistem jaminan kesehatan nasional yaitu Predikat UHC Utama.A

mbisi ini ditegaskan oleh Dinas Kesehatan Jember sebagai bentuk keseriusan Bupati Gus Fawait dalam menjamin hak dasar masyarakat.

Untuk mencapai level utama, Jember tidak hanya bicara soal cakupan kepesertaan, tapi juga akurasi data dan efisiensi anggaran.

Kepala Dinas Kesehatan, Dalduk, dan KB, Kabupaten Jember, Muhammad Zamroni, mengungkapkan bahwa peta jalan menuju UHC Utama memerlukan kerja kolektif yang presisi.

Menurut dia, tantangan terbesar saat ini bukan lagi sekadar mendaftarkan warga, tapi memvalidasi data di lapangan.

"Kami tidak bisa bergerak sendiri. Sinergi dengan Camat, Muspika, hingga Puskesmas menjadi harga mati, terutama dalam membereskan data kematian agar anggaran sebesar Rp340 miliar yang kita siapkan benar-benar tepat sasaran dan tidak bocor," katanya.

Data BPJS Kesehatan Cabang Jember mencatat bahwa dari 2,6 juta penduduk, tingkat keaktifan peserta JKN telah menyentuh angka 80 persen.

Artinya, masih ada sisa 20 persen pekerjaan rumah yang harus dituntaskan untuk mengunci predikat Utama.

"Tidak semua daerah bisa mencapai status UHC Prioritas, dan target kita selanjutnya UHC Utama, demi pelayanan kesehatan masyarakat yang lebih berkualitas dan berkelanjutan," tambah Zamroni.

Kepala BPJS Kesehatan Jember, Yessy Novita, menjelaskan strategi ke depan akan lebih agresif.

Mulai dari mendorong masyarakat mampu untuk mendaftar secara swadaya, memastikan sektor swasta patuh mendaftarkan seluruh karyawannya, hingga penguatan skema bantuan iuran bagi warga rentan.

Ia menjelaskan, naik kelas ke Kategori Utama berarti Jember akan masuk dalam daftar elit daerah dengan layanan kesehatan yang paling inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

"Dari sekitar 2,6 juta penduduk Kabupaten Jember, tingkat keaktifan peserta JKN saat ini berada di kisaran 80 persen. Capaian ini cukup signifikan dan membawa Jember masuk kategori Madya," tambah Novita. (mau/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #layanan kesehatan #Universal Health Corverage (UHC)