Radar Jember - Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Jember mencatatkan angka kasus yang signifikan. Bahkan tahun 2024 sempat tercatat tertinggi se-Jawa Timur.
Hal itu diungkapkan dan diakui langsung oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait.
"Tahun 2024, AKI dan AKB kita di Jember, tertinggi se-Jawa Timur. Ini bukan prestasi, ini masalah yang harus kita atasi," serunya, saat bertemu masyarakat, dalam rangkaian Guse Menyapa, di Kecamatan Puger (18/10).
Gus Fawait, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa salah satu penyebab utama masalah kesehatan ini, adalah masih adanya praktik melahirkan yang tidak dilakukan di fasilitas kesehatan resmi karena pertimbangan biaya.
Ia secara gamblang menyebut bahwa faktor biaya menjadi penghalang bagi sebagian masyarakat untuk mengakses layanan persalinan yang aman.
"Jember hari ini AKI dan AKB nya masih tinggi, Kenapa? Salah satunya melahirkan karena faktor biaya tidak dilakukan di puskesmas, tidak di rumah sakit," katanya, menegaskan akar masalah tersebut.
Baca Juga: Hebat! Cakupan UHC Jember Sudah Tembus 98,3 Persen, Warga Dijamin Akses Layanan Kesehatan
Untuk mengatasi hal itu, kata dia, Pemkab Jember telah memastikan bahwa biaya persalinan kini ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah, melalui program berobat gratis Universal Health Coverage (UHC) yang ditanggung langsung oleh pemerintah daerah.
Ia mengajak dan mensosialisasikan langsung UHC itu agar bisa dimanfaatkan masyarakat.
"Maka saya minta tolong kepada bapak ibu, sampai ketua-ketua RT dan RW, hari ini melahirkan baik normal maupun caesar, ini gratis, alhamdulillah," kata Gus Fawait.
Baca Juga: Delapan Bulan Memimpin Jember, Gus Fawait: Ibarat Ibu Hamil, ini Belum Lahiran
Di tengah keseriusan masalah ini, ia juga menyisipkan humor ringan. "Tapi meski gratis jangan banyak-banyak ya, bisa plengen (puyeng)," candanya disambut tawa.
Tidak hanya UHC, lebih lanjut, Pemkab Jember diketahui memiliki program mengerahkan 1.200 tenaga kesehatan (Nakes) untuk menangani masalah kesehatan ini.
Dari jumlah itu, sebanyak 205 nakes telah diterjunkan ke 7 kecamatan yang dijadikan proyek percontohan.
Mulai di Kecamatan Silo, Jelbuk, Mangli, Andongsari Tempurejo, Ambulu, Tanggul, dan Kecamatan Jombang. Para nakes nanti akan mengawali bekerja dengan memetakan ibu hamil risiko tinggi dan mendampingi hingga persalinan.
Gus Fawait memberi imbauan kepada seluruh masyarakat, khususnya ibu hamil, agar memanfaatkan program kesehatan gratis ini demi keselamatan ibu dan anak.
"Jadi kalau melahirkan harus di puskesmas, harus di rumah sakit, agar ibu-ibu dan anak-anaknya sehat," pungkasnya.
Editor : M. Ainul Budi