Radar Jember – Tanpa disadari, kita sering menyentuh wajah saat berpikir, stres, atau bosan.
Gerakan refleks seperti mengelus dagu, memegang kening, atau menopang pipi bisa terlihat sepele, namun ternyata menyimpan risiko besar bagi kesehatan kulit.
Tangan adalah bagian tubuh yang paling sering bersentuhan dengan berbagai permukaan kotor, mulai dari gagang pintu, uang, ponsel, keyboard, hingga kemudi kendaraan.
Saat tangan yang tidak bersih menyentuh wajah, bakteri, minyak, dan kotoran berpindah langsung ke permukaan kulit.
Hal ini menjadi pemicu utama munculnya jerawat mikro atau microcomedones jerawat kecil yang belum meradang namun membuat kulit terasa kasar dan tampak tidak merata.
Kebiasaan menyentuh wajah juga memperbesar risiko terjadinya inflamasi.
Tekanan dari jari pada area yang rentan seperti pelipis, dagu, atau sekitar hidung dapat memicu iritasi atau bahkan memperparah kondisi jerawat yang sudah ada.
Dalam jangka panjang, hal ini dapat memicu hiperpigmentasi pascainflamasi yang membuat bekas jerawat lebih sulit hilang.
Cara paling efektif untuk mencegah hal ini adalah dengan meningkatkan kesadaran akan gerakan tangan sendiri.
Beberapa orang mencoba menggunakan metode substitusi, seperti menggenggam benda kecil saat duduk, menyilangkan tangan di pangkuan, atau menyibukkan tangan dengan menulis.
Selain itu, menjaga kebersihan tangan dengan mencuci menggunakan sabun secara rutin atau menggunakan hand sanitizer juga sangat membantu.
Kulit wajah adalah area sensitif yang membutuhkan perhatian dan kebersihan ekstra.
Dengan mengurangi kebiasaan menyentuh wajah, kita memberikan kesempatan bagi kulit untuk bernafas, memperbaiki diri, dan menyerap produk perawatan dengan lebih efektif.
Penulis: Shafa Azzahra
Editor : M. Ainul Budi