Radar Jember - Tak bisa dimungkiri bahwa populasi tikus di perkotaan cukup besar.
Hal ini juga dipengaruhi padatnya permukiman.
Oleh karena itu, harus diperhatikan bahwa tikus dapat membawa berbagai bakteri maupun virus yang dapat ditularkan kepada manusia (zoonosis). Baik secara langsung maupun melalui makanan yang terkontaminasi urine tikus.
Hal ini tentu berbahaya bagi kesehatan manusia.
Bahkan bisa mengancam nyawa.
Sedikitnya ada 7 penyakit yang bisa disebabkan oleh tikus.
Baca Juga: Ini Dia Tips agar Mata Tetap Sehat di Era Digital, Nomor 1 Sering Diabaikan!
- Hantavirus
Hantavirus adalah penyakit pernapasan serius yang ditularkan melalui urin, kotoran, dan air liur hewan pengerat yang terinfeksi.
Virus ini dapat menyebar melalui udara ketika debu yang terkontaminasi terhirup.
Gejala awal meliputi demam, nyeri otot, dan kelelahan, yang kemudian berkembang menjadi batuk dan sesak napas.
Virus ini juga bisa mengancam nyawa.
Untuk mencegah infeksi, penting menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan kotoran hewan pengerat.
- Demam Berdarah dengan Sindrom Ginjal (HFRS)
HFRS (Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome) merupakan kelompok penyakit yang disebabkan oleh hantavirus dan mengakibatkan gangguan ginjal serius serta gejala perdarahan.
Penularan terjadi melalui paparan terhadap kotoran, urine, atau air liur hewan pengerat.
Gejala yang muncul termasuk demam tinggi, perdarahan, dan gagal ginjal akut.
WHO mencatat bahwa HFRS memiliki tingkat kematian yang tinggi jika tidak ditangani dengan cepat.
Langkah pencegahan meliputi pengendalian populasi tikus, menghindari kontak dengan habitat mereka, dan menjaga kebersihan pribadi maupun lingkungan.
Baca Juga: 8 Buah-Buahan Ini Tinggi Protein, Apa Saja Manfaatnya untuk Kesehatan?
- Wabah Pes
Wabah pes, yang secara historis dikenal sebagai wabah hitam, disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis yang dibawa oleh kutu pada tubuh tikus.
Penyakit ini dapat muncul dalam tiga bentuk: pes bubonik, septikemik, dan pneumonik.
Pes bubonik ditandai dengan pembengkakan kelenjar getah bening, demam, dan menggigil.
Sedangkan pes septikemik menyebabkan perdarahan dan nekrosis.
Pes pneumonik menyerang paru-paru dan dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications menunjukkan bahwa peningkatan sanitasi dan pengendalian hama telah secara signifikan mengurangi angka kejadian wabah ini.
Baca Juga: Jangan Abaikan! Ini Beberapa Alasan Lansia Harus Rajin Cek Kesehatan Rutin
- Penyakit Salmonella
Infeksi Salmonella, atau salmonellosis, adalah penyakit bakteri yang umum terjadi akibat konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi feses tikus.
Gejala yang muncul antara lain diare, demam, dan keram perut.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), infeksi ini dapat berakibat serius, terutama pada anak-anak, lansia, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Menjaga kebersihan makanan dan mengendalikan populasi tikus di sekitar tempat penyimpanan makanan merupakan langkah penting untuk pencegahan.
Baca Juga: Pilihan Olahraga Ringan untuk Lansia agar Tetap Sehat dan Bugar
- Leptospirosis
Leptospirosis adalah infeksi bakteri yang disebabkan oleh spesies Leptospira.
Bakteri ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka atau selaput lendir saat bersentuhan dengan air atau tanah yang terkontaminasi urine tikus.
Infeksi Leptospira pernah ditemukan pada banyak orang di Bondowoso dan Lumajang, beberapa tahun silam.
Di Bondowoso, seorang petani diduga terinfeksi lewat air di sawah ketika bertani.
Gejala penyakit ini bervariasi, mulai dari yang mirip flu ringan hingga bentuk parah yang melibatkan kerusakan hati, gagal ginjal, dan meningitis.
Dilaporkan bahwa leptospirosis umum terjadi di daerah tropis dan wilayah dengan sanitasi buruk.
Menghindari kontak dengan air yang berpotensi terkontaminasi serta menjaga kebersihan lingkungan adalah langkah pencegahan utama.
olahraga
- Demam Gigitan Tikus
Demam gigitan tikus adalah penyakit yang ditularkan melalui gigitan atau cakaran tikus yang terinfeksi, atau melalui kontak dengan kotoran dan urine mereka.
Penyakit ini disebabkan oleh dua jenis bakteri, yaitu Streptobacillus moniliformis dan Spirillum minus.
Gejalanya meliputi demam, muntah, sakit kepala, dan nyeri otot.
Jika tak segera diobati, penyakit ini bisa berkembang menjadi komplikasi serius seperti endokarditis dan meningitis.
- Koriomeningitis Limfositik (LCM)
Koriomeningitis limfositik (LCM) adalah infeksi virus yang disebabkan oleh lymphocytic choriomeningitis virus (LCMV), yang dibawa oleh tikus rumah.
Manusia berpotensi tertular melalui paparan terhadap urine, kotoran, atau bahan sarang hewan pengerat.
Gejala awal mencakup demam, rasa tidak enak badan, dan hilangnya nafsu makan.
Dalam kasus yang lebih parah, infeksi dapat berkembang menjadi meningitis atau ensefalitis.
Baca Juga: Terlalu Sibuk Mengurus Rumah? Ini Tips Menemukan Waktu Olahraga bagi Ibu Rumah Tangga
Editor : Imron Hidayatullahh