Radar Jember - Sering mengonsumsi obat pereda nyeri untuk mengatasi sakit gigi? Jika iya, sebaiknya waspada.
Selain sakit gigi, obat pereda nyeri atau painkiller biasa dikonsumsi untuk mengatasi nyeri-nyeri lainnya. Seperti sakit kepala sampai nyeri sendi.
Meski menjadi cara cepat mengatasi rasa nyeri, penggunaan dalam jangka panjang dan dosis tak terkontrol bisa berisiko pada masalah kesehatan serius.
Beberapa di antaranya sebagai berikut:
- Kerusakan Hati atau Ginjal
Obat seperti parasetamol (acetaminophen) aman dikonsumsi dalam dosis yang tepat. Namun, dapat merusak hati jika dikonsumsi dalam dosis tinggi atau jangka panjang. Sementara nonsteroidal anti-inflammatory atau NSAID (ibuprofen,, aspirin, dll.) dapat mengganggu fungsi bahkan merusak ginjal. - Masalah Lambung
Konsumsi NSAID dalam dosis tinggi dapat menyebabkan iritasi lambung, menyebabkan tukak lambung, bahkan perdarahan saluran cerna. Risiko itu meningkat jika dikonsumsi dalam keadaan perut kosong.Baca Juga: Superfood Lokal: Mengupas Potensi Kesehatan Daun Kelor yang Mendunia - Ketergantungan dan Toleransi
Untuk jenis pereda nyeri tertentu, seperti opioid, tubuh bisa mengalami ketergantungan fisik dan toleransi. Sehingga, dosis yang biasa digunakan tak lagi efektif. Butuh dosis lebih tinggi untuk efek yang sama. - Gangguan Jantung dan Pembuluh Darah
Beberapa NSAID meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke, terutama bila digunakan dalam jangka panjang. - Gangguan Pencernaan dan Sistem Imun
Obat pereda nyeri bisa mengganggu keseimbangan flora usus atau menekan sistem imun jika digunakan terlalu sering. - Menutupi Masalah Medis yang Lebih Serius
Terus-menerus mengonsumsi pereda nyeri bisa menutupi gejala penyakit yang lebih berat. Seperti infeksi, tumor, atau penyakit kronis lainnya. Sehingga, diagnosis dan penanganannya bisa terlambat.
Jika Anda atau seseorang mengonsumsi obat pereda nyeri hampir setiap hari, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mencari penyebab nyeri dan penanganan jangka panjang yang lebih aman.
Editor : Imron Hidayatullahh