radar jember - Pada saat ini, kita sering membaca berita tentang stres yang dialami oleh generasi Z, dan banyak kasus juga yang berakhir tragis. Beberapa mahasiswa ataupun pekerja mengalami gejala stres ini, tetapi banyak pula yang menganggapnya sebagai hal yang ringan sehingga mereka tidak memikirkannya lebih jauh.
Namun, penting bagi kita untuk tahu apa yang dialami oleh tubuh kita sendiri agar kita dapat menghadapi hal tersebut dengan kesiapan dan segera mengobatinya jika diperlukan. Di saat kita peduli terhadap tubuh kita, hal itu akan berdampak positif pada kesehatan tubuh kita. Pikiran pun bisa menjadi lebih segar, sehingga kita dapat lebih mudah menemukan solusi atas masalah yang kita hadapi. Lebih sederhananya, kita bisa menyelesaikan pekerjaan kita dengan lebih baik.
Menurut penelitian, terdapat tiga pendekatan mengenai teori stres yang dialami oleh manusia.
1. Stres Model Stimulus atau Rangsangan
Teori ini mengungkapkan bahwa gejala stres yang kita alami muncul karena adanya rangsangan yang diterima oleh otak. Teori ini lebih fokus pada penyebab-penyebab stres yang dialami seseorang.
Perkembangan teori ini dimulai sejak zaman perang, ketika para prajurit mengalami stres akibat lingkungan yang penuh tekanan. Mereka hanya mampu menerima tekanan tersebut tanpa memiliki waktu untuk memprosesnya. Dalam teori ini, penyebab stres dapat menjadi tolak ukur untuk melihat seberapa banyak stres yang diterima seseorang. Selain itu, kita dapat mengetahui penyebab serta cara mengatasi gangguan kesehatan yang dialami oleh prajurit akibat paparan stres yang berkepanjangan, dan beresiko membahayakan diri mereka.
Faktor-faktor yang mungkin menjadi pemicu stres saat ini antara lain beban kerja yang berlebihan, suhu ekstrem (terlalu panas atau dingin), suara bising, ruangan dengan bau menyengat, pencahayaan yang terlalu terang, lingkungan yang kotor, serta ventilasi yang tidak memadai.
Stres stimulus berfokus pada aspek-aspek yang menyebabkan seseorang mengalami stres. Sumber stres ini biasa disebut sebagai stressor, yaitu faktor pemicu stres pada setiap individu.
Sumber stres dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
- Life events (peristiwa kehidupan),
- Chronic strain (ketegangan kronis), dan
- Daily hassles (permasalahan sehari-hari).
2. Stres Model Respons
Teori ini membahas bagaimana tubuh bekerja ketika merespons sumber-sumber stres dan pengaruhnya terhadap individu.
Sebagai contoh, ketika seseorang mengalami situasi yang mengkhawatirkan, tubuh secara spontan bereaksi terhadap ancaman tersebut. Ancaman itu merupakan sumber stres, sedangkan respons tubuh terhadap ancaman tersebut disebut sebagai stress response.
3. Stres Model Transaksional
Dalam teori ini, proses evaluasi terhadap sumber stres menjadi perhatian utama. Model ini lebih berfokus pada respons emosi dan proses pemikiran seseorang, yang didasarkan pada interaksi antara individu dengan lingkungannya.
Lebih sederhananya, model stres ini menekankan bagaimana seseorang menilai penyebab stres yang ia alami. Dalam model ini, stres adalah hasil dari transaksi antara individu dengan faktor penyebab stres yang melibatkan proses evaluasi. Respons tubuh pun bervariasi, tergantung pada sejauh mana stres yang dialami apakah melampaui kapasitas mental atau fisik individu tersebut.
Proses evaluasi ini disebut appraisal, yaitu bagaimana tubuh kita menafsirkan atau mengevaluasi kondisi yang muncul akibat sumber stres yang dihadapi.
Editor : M. Ainul Budi