Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Perempuan Lebih Dianjurkan Bekam, KOK BEGITU?

Radar Digital • Rabu, 10 Juli 2024 | 00:05 WIB
IHTIAR SEHAT: Proses bekam yang dilakukan terapis Jember Bekam, Hafuludin kepada pasiennya.(YULIO/RJ)
IHTIAR SEHAT: Proses bekam yang dilakukan terapis Jember Bekam, Hafuludin kepada pasiennya.(YULIO/RJ)

SEHAT adalah investasi terbesar dalam hidup. Gaya hidup menentukan masa depan dan kondisi kesehatan seseorang. Salah satunya adalah bekam. Kebanyakan orang mungkin menilai bahwa bekam hanya merupakan pengobatan alternatif.

Namun secara medis bekam sesungguhnya mencakup empat tahap. Baik itu promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.

Ketua Perkumpulan Bekam Indonesia (PBI) Jember yang juga merupakan seorang perawat M. Henri Wahyono menjelaskan, tubuh selalu menghasilkan sampah sisa metabolisme yang tidak semuanya bisa dikeluarkan melalui keringat, nafas, maupun air kencing.

Sampah itulah yang bisa disebut darah kotor yang mengendap dan harus dikeluarkan secara paksa.

"Jika tidak dikeluarkan badan terasa berat kebanyakan racun, fokus energi jadi lebih banyak untuk pembuangan sampah saja dan fungsi tubuh lain terbengkalai," ucapnya.

Efeknya, tubuh merespons dengan rasa pegal, pusing, jerawat, atau hormon menjadi tidak stabil. "Yang harusnya makanan sel baik-baik, akhirnya kekurangan energi karena untuk produksi mikrofag, padahal tubuh juga harus produksi lainnya," jelasnya.

Selain bekam adalah sunnah Nabi Muhammad, kata dia, bisa dirutinkan setiap bulan meski dalam kondisi sehat.

Fokusnya untuk membuang sampah-sampah metabolisme dalam bentuk darah kotor.

Saat tubuh menunjukkan faktor yang mengarah pada penyakit tertentu atau upaya preventif bisa dilakukan bekam untuk mencegah lebih parah. Saat dalam kondisi sakit bisa ditambah bagian tubuh yang terasa sakit.

"Pasca sakit, bisa perawatan efektif dengan bekam, apalagi sakit jantung atau diabetes yang butuh pengobatan lama," urai Wahyono.

Terapis Amani Syariah Hot Center Jember itu menyebut, meski perempuan setiap bulan mengalami menstruasi, namun perempuan lebih dianjurkan untuk bekam.

Karena ada beberapa fungsi tubuh yang berbeda dari laki-laki. Seperti organ reproduksi dan hormon-hormonnya. 

"Kalau darah menstruasi itu dari sistem reproduksi saja, bukan sampah metabolisme," tuturnya.

Antara bekam dengan donor darah tentu jauh berbeda. Dia menjabarkan, darah yang diambil dari tubuh melalui pembuluh darah vena (besar) yang mengandung banyak oksigen. Sementara bekam, darah yang diambil di area kapiler.

"Tingkatannya pada jaringan, otot. Yang dikeluarkan termasuk sampah hasil metabolisme," urai perawat di RS dr Koesnadi Bondowoso itu.

Bekam sudah mulai berkembang. Wahyono mengungkapkan, bekam mulai menjadi perhatian dunia medis termasuk para dokter bahkan riset-reset dunia kesehatan modern.

Misalnya dikembangkan untuk bekam bayi dengan teknik khusus hingga terapi bekam di tempat-tempat SPA dan kecantikan.

"Bekam bisa menstimulasi tubuh untuk mengeluarkan banyak makrofag sehingga badan makin segar," terangnya.

Dia mengajak masyarakat untuk tidak takut dan rutin bekam sebagai ikhtiar menjaga kesehatan. Menurutnya, itu juga sebagai bentuk ketaatan yang diniatkan ibadah kepada Allah. Dia berpesan, agar mendatangi terapis bekam yang sudah berlisensi PBI, karena sudah teruji dan berstandar nasional juga diawasi.

"Tidak perlu takut karena tidak menyakitkan," pungkasnya. (sil/nur)

Editor : Radar Digital
#bekam #khasiat bekam