Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Waspada Trauma Kimia pada Mata? Begini Penjelasannya

Radar Digital • Kamis, 13 Juni 2024 | 00:45 WIB
TELITI: Dokter spesialis mata RSD dr Soebandi, Bimanda Rizki Nurhidayat (kiri), memeriksa mata pasiennya.
TELITI: Dokter spesialis mata RSD dr Soebandi, Bimanda Rizki Nurhidayat (kiri), memeriksa mata pasiennya.

PATRANG, Radar Jember - Pernah mengalami mata tiba-tiba merah atau nyeri? Jika iya, maka sebaiknya segera periksa ke dokter di bidangnya. Sebab, bisa jadi mata sedang mengalami gangguan, namun tidak disadari dengan baik. Jika terus dibiarkan, tidak tertutup kemungkinan dapat menyebabkan masalah pada penglihatan.  

Salah satu masalah pada mata yang sering dijumpai adalah trauma kimia. Menurut dokter spesialis mata RSD dr Soebandi, dr Bimanda Rizki Nurhidayat SpM, gangguan tersebut merupakan trauma yang mengenai bola mata, disebabkan oleh benda kimia, baik bersifat asam maupun basa. “Dapat menyebabkan iritasi atau peradangan pada struktur mata,” katanya.

Salah satu bahan kimia yang bersifat asam adalah lem, pembersih rumah tangga, hingga bisa ular. Sementara, bahan yang bersifat basa biasanya berasal dari bahan-bahan industri, seperti semen. Namun, bahan peledak pada mercon juga dinilai mengandung bahan kimia bersifat basa. Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk waspada ketika menggunakan barang tersebut. 

Dari dua jenis bahan kimia itu, pria yang akrab disapa dr Bima ini menjelaskan, yang paling ditakutkan adalah bahan kimia bersifat basa. Barang tersebut dapat dengan cepat menyebabkan kerusakan pada struktur mata atau menembus bola mata. 

Benda-benda tersebut tentu banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya, gejala awal ketika terkena cipratan bahan kimia, mata akan terasa perih, mata merah, hingga pandangan menjadi lebih buram.

Jika terjadi demikian, maka hal yang perlu segera dilakukan adalah irigasi atau mencuci mata dengan air mengalir. “Tidak disarankan menggunakan air di bak mandi,” tuturnya.

Selain itu, dr Bima juga menyebut, salah satu upaya untuk mencegah trauma kimia adalah menggunakan sarung tangan ketika memakai bahan-bahan kimia tersebut. Mengantisipasi mengucek mata secara tidak sadar, sehingga terjadi kontak langsung.

Namun, jika bekerja di industri, disarankan untuk menggunakan alat perlindungan diri lebih lengkap. Bahkan jika dibutuhkan menggunakan kacamata khusus. (ham/c2/fid) 

 

 

Editor : Radar Digital
#Jember #RSD Soebandi #kesehatan mata