PATRANG, Radar Jember - Stroke merupakan salah satu penyakit yang menjadi penyebab kecacatan tertinggi di Indonesia. Oleh sebab itu, diperlukan edukasi cara mengatasi dan penanganannya. Diketahui juga, ternyata pria lebih rentan terserang stroke dibanding perempuan.
Dokter spesialis neurologi atau saraf RSD dr Soebandi Jember, dr Azham Purwandhono SpN, menyampaikan, stroke merupakan gangguan pada fungsi otak, baik motorik, sensorik, maupun kognitif. Penyakit ini terjadi secara tiba-tiba, akibat adanya gangguan pembuluh darah pada otak.
dr Azham menyebut, ada dua bagian utama stroke. Di antaranya, stroke akibat penyumbatan pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah tidak lancar. Sehingga bagian tubuh mengalami kekurangan pasokan oksigen. Hal tersebut membuat fungsi otak terganggu.
Selain itu, ada stroke yang disebabkan pendarahan di otak, karena adanya pembuluh darah yang pecah. “Stroke yang paling banyak dijumpai di masyarakat adalah penyumbatan. Sekitar 70 hingga 80 persen,” katanya.
Dokter spesialis saraf itu juga menjelaskan, ada beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya stroke. Di antaranya faktor yang tidak dapat dihindari atau diubah yaitu usia. “Semakin usia bertambah, maka potensi terserang stroke juga bertambah,” ucapnya.
Selain itu, jenis kelamin juga menjadi salah satu faktor risiko. “Laki-laki lebih sering terserang, dibandingkan perempuan yang masih memiliki siklus menstruasi lancar atau belum menopause,” imbuhnya.
Sementara itu, faktor risiko penyebab stroke yang dapat dikendalikan di antaranya darah tinggi (hipertensi), merokok, dan kencing manis (diabetes). Jika dibiarkan begitu saja, maka orang dengan ciri tersebut berpotensi besar terserang stroke. “Kalau bisa dikendalikan, misalnya dengan memperbanyak olahraga dan hidup sehat, kemungkinan terhindar lebih besar,” tuturnya.
Walaupun biasanya gejala stroke terjadi secara mendadak, tapi gejalanya masih bisa diamati. Salah satunya senyuman yang tidak simetris, gerak separuh anggota tubuh melemah secara tiba-tiba, cara berbicara tiba-tiba pelo, kebas atau kesemutan seluruh tubuh, tiba-tiba pandangan menjadi rabun, serta sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba. “Segera bawa ke rumah sakit, kalau ada orang yang mengalami gejala stroke,” ucapnya ketika menjadi pembicara di J-Ngepods RSD dr Soebandi.
Kesembuhan bagi penderita stroke dapat ditentukan oleh berbagai hal. Mulai dari penanganan yang tepat oleh dokter dan tenaga medis lainnya, rehabilitasi yang baik, serta kepatuhan pasien untuk mengonsumsi obat. (ham/c2/dwi)
Editor : Radar Digital