PATRANG, Radar Jember - Angka penderita flu Singapura di Jember terus bertambah.
Hingga berita ini ditulis, kemarin (29/5), tercatat ada ratusan penderita penyakit tersebut. Sebagian besar sudah sembuh.
Meski tingkat fatalitasnya rendah, tapi tingkat penularannya cukup tinggi.
Penyakit flu ini banyak menyerang anak dengan usia di bawah sepuluh tahun.
Bahkan lebih banyak ditemukan penderita di bawah lima tahun.
Flu Singapura tidak seperti flu pada umumnya. Melainkan infeksi yang sangat menular. Disebut juga dengan penyakit tangan, kaki dan mulut, atau hand, mouth, and foot disease (HMFD).
Penderitanya biasanya mengalami lepuhan atau luka pada mulut, serta ruam pada bagian tangan dan kaki. Penyakit ini disebabkan oleh strain coxsackievirus.
Strain coxsackievirus merupakan bagian dari kelompok virus yang disebut dengan enterovirus.
Dapat menyebar dengan mudah ke jaringan di mulut, sekitar amandel, dan masuk ke dalam sistem pencernaan.
Hingga akhirnya menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah.
Sebelum menyerang ke organ vital di dalam tubuh, sistem kekebalan akan berusaha mengendalikannya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember dr Hendro Soelistijono menyampaikan, penularan flu Singapura tergolong cepat.
Tak heran jika jumlah penderitanya sudah mencapai 226 orang.
Meski demikian, keadaannya sudah mulai membaik setelah mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan yang ada.
“Tidak ada kematian, karena fatalitasnya memang rendah,” jelasnya.
Flu ini dapat menular melalui droplet yang dikeluarkan ketika berbicara, batuk, atau bersin.
Oleh sebab itu, ketika daya tahan tubuh anak sedang menurun, maka lebih mudah tertular.
Selain itu, cairan pada lepuhan dan bagian tubuh penderitanya juga dapat menjadi faktor penular.
Untuk mengantisipasinya, menurut dr Hendro, anak-anak disarankan untuk makan teratur dan bergizi. Selain itu, selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Jika diperlukan, bayi atau anak di bawah sepuluh tahun menggunakan masker ketika beraktivitas di keramaian.
“Semua virus tidak tahan sinar matahari. Maka aktivitas di luar ruangan juga diperlukan,” imbuhnya. (ham/c2/nur)
Editor : Radar Digital