KALIWATES, Radar Jember - Cedera lutut merupakan salah satu hal yang tidak diinginkan oleh semua atlet olahraga.
Selain membutuhkan waktu pemulihan yang cukup lama, cederanya juga berpotensi kambuh.
Termasuk ketika sudah dilakukan tindakan operasi pada ligamen atau bantalan lutut.
Salah satu cedera lutut yang banyak terjadi adalah anterior cruciate ligament (ACL).
Dokter spesialis ortopedi Rumah Sakit Umum Kaliwates Jember, Aristoteles, mengatakan, ketika melakukan olahraga berat seperti futsal, voli, hingga sepak bola memang berpotensi terjadi cedera pada lutut.
Masyarakat lebih banyak mengenal cedera ACL saja, sementara pada lutut ada empat ligamen berbeda.
Yakni ACL, lateral collateral ligament (LCL), medial collateral ligament (MCL), dan posterior cruciate ligament (PCL).
Cedera pada lutut saat melakukan olahraga bisa dipicu kurangnya gerakan pemanasan (warming), gerakan inti, dan pendinginan (cooling).
Jika salah satunya tidak dilakukan, risiko cedera lebih besar, karena kondisi otot dan aliran darah belum siap untuk melakukan gerakan berat.
Dari hal itu, dia menyarankan untuk melakukan warming-up dengan baik sebelum melakukan olahraga.
Pria yang akrab disapa dr Ari ini juga menyebut, semua ligamen yang ada di lutut berpotensi untuk cedera. Tergantung mechanism of conjuring atau cara jatuh orang tersebut.
Biasanya cedera ACL juga merambat ke bagian lainnya, termasuk bantalan sendi atau meniskus.
Oleh sebab itu, untuk melakukan penanganan harus dilihat secara keseluruhan dari satu bagian ke bagian yang lain.
Bagi atlet yang mengalami cedera ACL, penanganan pertama yang dapat diberikan adalah mengistirahatkan bagian tubuh yang cedera (rest), memberikan es pada bagian itu (ice), dibalut perban elastis (compression), dan meninggikan bagian tubuh yang cedera (elevasi).
Menurut dr Ari, sebelum dilakukan tindakan, perlu diagnosis dengan jelas, baik melalui rontgen maupun MRI.
“Ada beberapa kasus, tulangnya gak apa-apa tapi masih nyeri. Sehingga perlu dicari cedera pada bagian lain,” katanya.
Rehabilitasi bagi penderita cedera ACL atau dikenal dengan istilah return to sport membutuhkan waktu yang cukup lama. Sebab, yang ditangani bukan hanya bagian tubuh yang cedera.
Melainkan mencegah penyakit lanjutan yang bisa terjadi dalam beberapa waktu mendatang, seperti pengapuran dini. Proses tersebut ada yang dilakukan sebelum, saat, dan pascatindakan operasi.
“Jika dilakukan fisioterapi dengan benar, penderita cedera ACL bisa kembali berolahraga itu bisa lebih enam bulan,” pungkasnya. (ham/c2/nur)
Editor : Radar Digital