Penuhi Kebutuhan Cairan, Dehidrasi Minggat
SELAMA puasa di bulan Ramadan, tidak ada cairan yang masuk ke dalam tubuh selama kurang lebih 12 jam.
Hal tersebut membuat tubuh terancam mengalami dehidrasi.
Namun, ada berbagai upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah hal tersebut.
Dokter Umum Klinik Rolas Medika Jember Wilda Umami menjelaskan, dehidrasi merupakan kondisi seseorang kehilangan cairan dalam tubuh secara berlebih, sehingga dapat memicu masalah kesehatan.
Oleh sebab itu, agar kondisi tersebut tidak dialami saat berpuasa, cara yang dapat dilakukan adalah memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Serta menghindari aktivitas fisik berlebihan pada siang hari.
Langkah lain yang dapat dilakukan adalah memperbanyak konsumsi buah dan sayur yang mengandung banyak kandungan air di dalamnya.
Seperti semangka, apel, hingga bayam.
Hal tersebut menurutnya dapat membantu mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Sehingga mampu mengatasi dehidrasi.
“Mengonsumsi buah selain dapat menghidrasi tubuh, juga dapat mencegah sembelit,” kata dr Wilda.
Hal lain yang dapat dilakukan adalah memperbanyak konsumsi air.
Minimal delapan gelas dalam satu malam.
Dua gelas saat berbuka puasa, empat gelas setelah berbuka hingga sahur, serta dua gelas saat sahur.
Hal tersebut dinilai mampu memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh selama menjalankan ibadah puasa.
Untuk mengantisipasi dehidrasi, dr Wilda juga menyarankan agar tidak melakukan aktivitas fisik berlebihan pada siang hari.
Sebab, dapat memicu tubuh mengeluarkan keringat secara berlebihan.
Oleh sebab itu, untuk tetap menjaga kebugaran tanpa harus mengalami dehidrasi, dia menyarankan untuk melakukan aktivitas fisik ringan.
“Bisa jalan kaki lima hingga sepuluh menit. Atau bisa juga dengan olahraga yoga,” tegasnya.
Selain itu, mengonsumsi makanan berkuah seperti sayur sop hingga kaldu ayam juga dianggap dapat mencegah dehidrasi selama berpuasa.
Manfaat lainnya yang dapat dirasakan adalah membantu menjaga berat badan tetap ideal. (ham/c2/nur)
Editor : Radar Digital