PATRANG, Radar Jember – Meraba dada sendiri menjadi cara efektif dalam mendeteksi dini terhadap potensi kanker payudara.
Sebab, banyak warga masih minim melakukan deteksi dini kanker payudara.
Apalagi bila ada benjolan di bagian payudara, dianggap hal biasa dan remeh.
Dokter spesialis onkologi RSD dr Soebandi Jember dr Primanto Bhakti Lesmana mengatakan, gejala awal yang dialami oleh penderita kanker payudara adalah terdapat benjolan pada bagian payudaranya.
Penyakit ini juga banyak disebut sebagai tumor ganas dan akan terus tumbuh, serta merusak jaringan tubuh yang lain.
Gejala lain yang muncul biasanya keluar cairan seperti darah di area puting.
“Tekstur kulit dan ukuran payudara mengalami perubahan. Disertai nyeri pada area payudara. Payudaranya juga tampak besar sebelah atau terjadi pembengkakan,” imbuhnya.
Berkaitan dengan penyebab kanker payudara, tambahnya, hingga kini masih belum jelas faktor utama pencetusnya.
Namun, bila orang tua menderita kanker payudara, maka anaknya juga memiliki kemungkinan mengalami hal yang sama.
“Meskipun hal itu tidak selalu terjadi. Tapi ada potensi, dari keturunan,” terangnya.
Faktor lain yang dapat memicu terjadinya kanker adalah pola hidup yang tidak sehat, seperti merokok.
Faktor obesitas juga bisa. “Jadi, tidak hanya perempuan yang bisa terkena kanker payudara, laki-laki juga. Namun, perempuan memiliki risiko yang lebih besar,” tuturnya.
Penanganan kanker dapat berjalan dengan baik, bila penderitanya melakukan deteksi sejak dini.
Sebab, masih dalam stadium awal. Namun, faktanya masyarakat banyak yang mendatangi fasilitas kesehatan ketika kondisinya sudah parah.
Hal tersebut menjadi salah satu faktor penyebab tingginya angka kematian akibat kanker payudara.
Angka harapan hidup bagi penderita kanker payudara stadium awal bisa mencapai 80 hingga 90 persen.
Berbeda dengan penderita yang sudah mencapai stadium tiga dan empat.
Terlebih lagi sudah menyebar ke bagian organ yang lain. Maka harapan hidupnya hanya mencapai 50 persen saja.
Primanto berharap masyarakat melakukan deteksi secara dini, khususnya apabila terdapat benjolan pada area payudara yang membesar dalam waktu yang cepat.
“Kalau masyarakat Jember datang berobat jika sudah parah,” pungkasnya. (ham/c2/dwi)
Editor : Radar Digital