AJUNG, Radar Jember - Dalam berbagai penelitian disebutkan remaja dengan usia 11 hingga 26 tahun atau dikenal dengan istilah generasi Z (Gen Z), lebih rentan terkena stres karena berbagai hal. Psikolog dari Biro Konsultasi Gemilang Psikologi, Marisa Selvy Helphiana, mengatakan, ada lima generasi saat ini, yakni generasi Baby Boom, generasi X, generasi Z, generasi milenial, dan generasi Alpha. Dari hal tersebut, Gen Z merupakan generasi yang paling rentan terserang penyakit mental. “Makanya mereka dibilang generasi strawberry. Cantik kelihatannya, tapi rapuh. Itu gambaran Gen Z,” katanya.
Ada banyak penelitian yang menyebutkan bahwa Gen Z lebih rentan terserang penyakit mental. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), 6,1 persen dari seluruh penduduk Indonesia yang berusia 15 tahun ke atas mengalami gangguan kesehatan mental. Selain itu, berdasarkan penelitian dari University College London juga disebutkan, tingkat depresinya 2/3 lebih tinggi dari generasi sebelumnya, yakni millennial.
Marisa juga menjelaskan, kepribadian seseorang dapat ditentukan oleh banyak hal. Salah satu di antaranya faktor genetik orang tua, pola asuh, pendidikan, pengalaman, dan lingkungan. Sementara, hal yang memengaruhi kesehatan mental Gen Z di antaranya tahapan perkembangan, keterlibatan dengan pelayanan kesehatan, dan media sosial. “Pengaruh terbesar rapuhnya Gen Z ini bisa dibilang dari medsos,” imbuhnya.
Menurutnya, stres tidak selalu bermakna negatif. Ada sisi positif yang dapat dimanfaatkan dengan baik. Sebab, menurutnya, pada saat tubuh terancam, maka sistem saraf akan melepaskan hormon stres, termasuk adrenalin dan kortisol. Hal tersebut berfungsi membangunkan tubuh untuk bertindak darurat. Sementara, dampak negatif dari stres di antaranya daya ingat menurun, sulit konsentrasi, berpikir negatif, khawatir berlebihan, dan lainnya.
Meski banyak yang mengatakan rapuh, tapi tidak tertutup kemungkinan Gen Z bisa terus sehat secara fisik dan mental. Jika melakukan pola hidup yang baik, seperti istirahat yang cukup, melakukan tindakan positif seperti olahraga, dan lainnya.
Generasi satu ini dikenal memiliki keterbukaan, wawasan luas, dan kemauan yang tinggi. Keterbukaan pada Gen-Z membuat mereka lebih mudah dalam menerima masukan, saran, dan kritik. “Kalau lingkungan negatif, kita yang harus peduli dengan diri kita sendiri. Tidak ikut ikutan ke hal negatif,” pungkasnya. (ham/c2/dwi)
Editor : Radar Digital