BALUNG, Radar Jember - Persoalan stunting masih menjadi perhatian nasional hingga saat ini. Lantaran angkanya masih tinggi di Indonesia. Tak terkecuali di Jember. Oleh karena itu, stunting harus ada evaluasinya.
Bahkan, Kemenkes RI dalam hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 pernah menempatkan Jember sebagai daerah dengan prevalensi balita stunting tertinggi se-Jawa Timur dengan persentase mencapai 34,9 persen. "Hemat kami, stunting ini harus menjadi atensi pemerintah daerah, mengingat persoalan stunting juga menjadi atensi pemerintah pusat. Lebih-lebih Jember pernah tercatat tertinggi se-Jatim (stunting, Red)," urai anggota Komisi D DPRD Jember, Ardi Pujo Prabowo, saat ditemui, Rabu (13/12).
Dalam beberapa kesempatan terakhir, menurutnya, Komisi D DPRD Jember sempat beberapa kali bertemu dengan Dinas Kesehatan Jember, agar penanganan stunting menjadi perhatian bersama. Meski ada penurunan angka stunting secara bertahap di Jember, namun Ardi menilai langkah-langkah ekstra itu tetap harus diupayakan. "Kalau pencegahan stunting hanya sebatas edukasi dan preventif, ya, kurang maksimal. Perlu juga turun langsung. Terlebih lagi Jember memiliki anggaran yang cukup besar dalam penanganan stunting ini," kata politisi Gerindra itu.
Urusan stunting di Jember juga ditangani oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang dikomando langsung oleh Wakil Bupati Jember Balya Firjaun Barlaman. Bahkan pemerintah daerah saat APBD awal mengalokasikan anggaran cukup lega untuk menangani penyakit tumbuh kembang ini, yang nilainya mencapai Rp 97 miliar lebih.
Pemkab juga menargetkan angka prevalensi stunting di Jember di kisaran 14 persen, atau minimal turun di bawah 20 persen untuk tahun 2023 ini. Karena itu, Ardi menilai besarnya support anggaran serta banyaknya OPD yang dilibatkan itu perlu ada kolaborasi yang baik. "Karena itu, support dana sudah sangat memadai. Berbagai stakeholder juga terlibat, maka ini perlu terkoordinasi dengan baik, dan harus dievaluasi setiap perkembangan yang ada," pintanya. (mau/c2/dwi)
Editor : Radar Digital