KLATEN, RADARJEMBER.ID-Ketika cuaca mendung dan udara terasa dingin maka tidaklah salah bila orang lantas menjatuhkan pilihan terhadap nasi goreng.Nasi goreng pas dinikmati saat pagi hari atau malam hari sekalipun.
Nasi goreng ini populer dengan kelezatan dimiliki, tak heran bila orang luar negeri juga kepincut nasi goreng.Tak heran jika kuliner ini kini semakin mendunia.Nasi goreng merupakan masakan warisan dan telah berkembang dari zaman dahulu.
Pada masa Kejayaan Majapahit di pulau Jawa, diperkirakan nasi goreng sudah ada. Pada saat itu, untuk menghindari pemborosan makanan mereka menggoreng sisa nasi dengan bumbu-bumbu tertentu.
Sejak saat itu nasi goreng terus berkembang dan mengalami variasi sehingga menjadi salah satu makanan favorit saat ini.Meski nasi goreng memiliki peminat terbilang tidak sedikit, makanan ini memiliki wabah bakteri disebut Bacillus Cereus.
Umumnya bakteri ini sering dikaitkan dengan nasi goreng menggunakan nasi sisa kemarin. Biasanya Bakteri Bacillus Cereus ini terbiasa muncul pada nasi dibiarkan di suhu ruangan dengan waktu lama sebelum digoreng.
Sehingga akan memberikan lingkungan optimal bagi bakteri ini untuk tumbuh dan menghasilkan racun.Dilansir dari popsugar.com Bacillus Cerecus dapat tumbuh pada makanan lain tidak disimpan dengan baik dan benar
Selain pada sisa nasi bakteri ini juga dapat ditemukan pada pasta, kentang, kue kering, sushi dan keju disimpan terlalu lama. Maka dari itu kita perlu teliti dan berwapada dari segala keracunan pada makanan.
Bacillus Cereus merupakan bakteri pembentuk spora dapat menghasilkan racun berbahaya. Bakteri ini dapat berkembang biar dengan cepat pada suhu tertentu, terutama pada suhu 40°F hingga 140°F.
Jjika makanan ditinggalkan dalam waktu lama dengan kisaran suhu ini, bakteri dapat menghasilkan racun jika tertelan akan menyebabkan gejala keracunan makanan.Bila sudah mempengaruhi sistem pencernaan usus.
Maka akan timbul gejala seperti mual, muntah, kram perut serta diare encer. Gejala ini sering muncul secara tiba-tiba dan intens dalam waktu 24 jam setelah mengonsumsi makanan sudah terkontaminasi oleh bakteri ini.
Namun akan mereda dalam waktu satu hingga dua hari. Tetapi sistem kekebalan tubuh setiap manusia berbeda, jika sistem kekebalan lemah kemungkinan akan mengalami kasus lebih parah.Bentuk penyakit ini mempengaruhi bagian tubuh lain dan dapat menimbulkan infeksi.
Lebih serius pada aliran darah, mata, atau otak. Gejala ditimbulkan berupa sakit mata, kelelahan, demam, atau mata merah. Jika sistem kekebalan tubuh lemah atau baru saja mengalami cedera, operasi berisiko tinggi maka akan mengalami komplikasi parah akibat penyakit ini.
Untuk menikmati nasi goreng dengan lebih aman dan sehat, sebaiknya konsumsi dengan bijak. Anda dapat mencoba variasi Nasi Goreng lebih sehat dengan mengganti minyak digunakan, mengurangi garam dan bahan tambahan berlemak.
Serta menambahkan lebih banyak sayuran ke dalam hidangan. Selain itu, pastikan untuk menyimpan dan menyiapkan nasi goreng dengan baik agar terhindar dari bahaya bakteri dan keracunan makanan.(* )
Editor: Winardyasto HariKirono
Foto:Istimewa
Sumber Berita:Jawa Pos Radar Solo
Editor : Radar Digital