Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Mata Minus Bisa Muncul sejak Lahir

Radar Digital • Jumat, 25 Agustus 2023 | 20:40 WIB

 

PELAYANAN PRIMA: Nakes RSBS saat melakukan pemeriksaan kesehatan mata lansia.
PELAYANAN PRIMA: Nakes RSBS saat melakukan pemeriksaan kesehatan mata lansia.

KALIWATES, Radar Jember - Pandangan buram atau kabur sering dirasakan oleh banyak orang. Gangguan mata yang mengakibatkan hal tersebut bisa karena minus maupun silinder. Perbedaan antara keduanya, potensi minus atau rabun jauh sudah ada sejak lahir. Sedangkan silinder karena faktor aktivitas.

Dokter spesialis mata, Erwanda Fredy P., menjelaskan, mata minus bisa terjadi karena sumbu bola mata yang memanjang. Akibatnya, mata tidak mampu memandang objek dari jarak jauh. Seiring masa pertumbuhan, bola mata bisa ikut memanjang dan minus menjadi bertambah. “Kondisi seperti itu (minus dan plus, Red) biasanya sudah dari lahir,” jelasnya.

Sementara itu, silinder efeknya antara minus dan plus. Ada perbedaan kontur aksial bola mata. Gangguan yang diakibatkan adanya selaput bening pada kornea mata. Penyebabnya bisa bermacam-macam. Mulai dari trauma atau bekas luka, posisi membaca yang tidak tepat, hingga pemakaian gawai dalam jangka waktu lama. “Posisi saat menggunakannya salah,” sambungnya.

Saat melakukan aktivitas tersebut, terangnya, harus dengan posisi tubuh sejajar atau tegak lurus. Tidak diperkenankan dengan posisi tidur atau menunduk. Posisinya juga tidak boleh melawan sumber cahaya. “Dalam jangka waktu lama bisa berpengaruh pada kesehatan mata,” kata pria yang bertempat praktik di Rumah Sakit Bina Sehat itu.

Mata minus, kata dia, harus mendapatkan terapi. Jika tidak, maka akan lebih berbahaya dan bisa bertambah angka minusnya. Satu-satunya cara yang lebih efektif untuk mengurangi mata minus adalah operasi lasik. Namun, dilakukan saat usia sudah tidak dalam masa pertumbuhan. “Sementara, pemakaian kaca mata atau soft lens hanyalah membantu penglihatan lebih fokus saja,” tuturnya.

Jika sudah mengetahui adanya gangguan mata, tetapi dibiarkan tanpa alat bantu melihat, maka bisa membuat alat indera tersebut menjadi lelah, karena penglihatan dipaksakan. Pemakaian kacamata tidak bisa sembarangan. Dia menjelaskan, perbedaan minus antara mata kiri dengan kanan yang lebih dari tiga tidak disarankan memakai kacamata. Tetapi, harus menggunakan soft lens. “Karena perbedaan keseimbangan, bagian mata yang minus lebih tinggi akan diberikan ukuran yang tidak sebenarnya. Ending-nya nanti mata malas dan tidak memberikan hasil penglihatan normal,” ulas Dokter Fredy. (sil/c2/dwi)

Editor : Radar Digital
#RS Bina Sehat Jember #kesehatan mata