Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kolaborasi Kader Posyandu dan Petugas Promkes di Jember, Tingkatkan Perilaku Hidup Sehat Masyarakat

Radar Digital • Minggu, 9 Juli 2023 | 15:00 WIB
APRESIASI: Plt Kepala Dinas Kesehatan Jember dr Hendro Soelistijono menyerahkan penghargaan kepada salah satu Kader RCCE pada acara penutupan pelatihan KAP di salah satu hotel di Jember, Selasa (4/7).
APRESIASI: Plt Kepala Dinas Kesehatan Jember dr Hendro Soelistijono menyerahkan penghargaan kepada salah satu Kader RCCE pada acara penutupan pelatihan KAP di salah satu hotel di Jember, Selasa (4/7).

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Tak mudah mengubah pola hidup masyarakat menuju perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Perlu ada pendekatan kontinu dan pola komunikasi persuasif. Kader posyandu dan tenaga promosi kesehatan (promkes) yang tersebar di berbagai puskesmas, dinilai bisa menjadi ujung tombak untuk melakukan hal itu.

Baca Juga: Belasan Kader Posyandu Jember Dilatih Tangkal Hoax dan Menulis Pesan Baik

Dua entitas insan kesehatan ini dipertemukan dalam sebuah pelatihan oleh Plato Foundation. Organisasi nirlaba yang bergerak dalam bidang rehabilitasi sosial, pengembangan diri dan pemberdayaan masyarakat. Acara itu berlangsung di sebuah hotel di bilangan Jalan Cempaka, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, Jember, Selasa (4/7) kemarin.

Sejatinya, selama setahun belakangan, Plato Foundation telah menjejakkan kaki di Jember. Sejak Juni 2022 hingga awal Juli tahun ini, lembaga tersebut melatih kader melalui program Risk Communication and Community Engagement (RCCE). Sebuah program penguatan respons komunikasi risiko dan keterlibatan komunitas. Salah satunya adalah pelatihan komunikasi antar pribadi (interpersonal communication) atau KAP.

Tak hanya kader posyandu, tenaga promkes juga dilibatkan dalam program tersebut. Mereka juga mendapatkan pelatihan KAP. Ini karena petugas promkes dinilai memiliki peran strategis di masyarakat sebagai komunikator untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan, sekaligus motor penggerak mengatasi infodemik.

Direktur Plato Foundation Dita Amalia menjelaskan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peserta mengenai literasi digital kesehatan dan manajemen infodemik, serta mengembangkan keterampilan KAP sebagai pendekatan dalam menyampaikan pesan kunci kesehatan kepada masyarakat.

“Khususnya imunisasi dan PHBS yang merupakan bagian dari upaya pencegahan stunting,” jelasnya di sela acara pelatihan KAP bertajuk “Meningkatkan Kemampuan Komunikator dalam Menyampaikan Pesan Kunci Kesehatan dan Mengelola Infodemik”.

Teknik KAP dinilai cukup efektif mengubah cara pandang hingga perilaku masyarakat. Sebab, para kader merasa lebih percaya diri ketika berkomunikasi. Berbekal kemampuan itu, kini mereka berani berkomunikasi dengan warga dari rumah ke rumah, serta mampu berbicara dari hati ke hati.

Para kader juga dapat mengemas informasi kesehatan yang disampaikan dalam format yang gampang dimengerti. Sehingga dapat menghapus miskonsepsi yang selama ini tersebar di masyarakat. "Jadi masyarakat dapat memahami bagaimana pentingnya PHBS dan imunisasi, serta pencegahan stunting," jelasnya.

Melalui testimoni tertulis, Lutfiah, Kader RCCE Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, mengungkapkan, selain mendapatkan pelatihan KAP, dirinya juga dibekali ilmu kreativitas lain. Seperti pelatihan kelas memasak makanan pendamping (MP) ASI, juga membuat poster menarik, serta membuat video kreatif yang diunggah ke media sosial.

Jadi, jangkauannya bisa lebih luas dan pesan kesehatan yang disampaikan ke sasaran juga lebih mengena. “Alhamdulillah, sekarang saya lebih percaya diri karena sudah memiliki bekal ilmu komunikasi antar pribadi. Komunikasi yang awalnya tidak tertata, kini jadi terstruktur dan bernilai,” ungkapnya.

Lutfiah mencontohkan pola KAP melalui pendekatan kreatif itu. Ketika mendengar informasi bahwa ada ibu yang tidak mau hadir ke posyandu, dirinya segera menjadwalkan untuk mengunjungi rumah ibu tersebut. Saat berkunjung, ia membawa poster berisi gambar perbandingan anak sehat lantaran aktif mengikuti imunisasi di posyandu dan anak sakit karena tidak imunisasi.

“Sebab, di Bintoro ini masih ada warga yang tidak memiliki HP android. Jadi mereka tidak bisa melihat postingan kesehatan di media sosial. Solusinya kami bawakan poster untuk menyampaikan pesan kesehatan tersebut,” jelasnya.

Baca Juga: Kader Posyandu Berperan Penting Cegah Stunting

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember dr Hendro Soelistijono mengakui, mengubah kebiasaan masyarakat memang tidak gampang. Butuh waktu panjang. Oleh karena itu, kader dan petugas promkes perlu mendapatkan pelatihan agar pesan yang disampaikan bisa diterima masyarakat, serta dapat mempengaruhi dan menguatkan keterlibatan mereka.

“Jember ini dikenal sebagai gudangnya stunting dan tingginya AKI AKB. Jadi pesan-pesan kesehatan yang disampaikan harus lebih inspiratif dan inovatif agar tujuan bersama bisa tercapai. Dan kuncinya satu: ikhlas,” paparnya, yang hadir menutup acara pelatihan KAP dan pemberian apresiasi kepada Kader RCEE atas karya, serta keaktifan mereka melakukan edukasi ke masyarakat. (rus)

Editor : Radar Digital
#Jember #kader Posyandu