BACA JUGA : Warga Mojosari Jember Ditemukan Tergantung, Tubuhnya Mulai Membusuk
Dokter RSD dr Soebandi, dr Taufiq Gemawan MKed Klin Sp An, mengatakan, olahraga pada malam hari harus memperhatikan beberapa hal. Hal itu terkait jam biologis tubuh. Sebab, pada malam hari tubuh seharusnya beristirahat. “Jika memang terpaksa hanya memiliki waktu olahraga pada malam hari, maka sebaiknya tidak terlalu dekat dengan jam tidur. Paling tidak 2 jam sebelum tidur. Misalkan tidur pukul 22.00, maka maksimal olahraga berhenti pada pukul 20.00. Jangan dipaksakan berolahraga dengan intensitas tinggi. Apalagi jika sudah seharian beraktivitas, bisa kelelahan hingga risiko cedera,” paparnya.
Olahraga harus disesuaikan dengan kondisi fisik atau kesehatan masing-masing. Jangan lupa tetap melakukan pemanasan dan pendinginan saat olahraga serta menggunakan pakaian yang nyaman saat olahraga.
Sementara itu, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Jember (Unej), Dewi Rokhmah, menambahkan, olahraga malam menjadi tidak penting jika mengganggu waktu tidur. Terlebih dengan kesibukan pada siang hari, tubuh membutuhkan waktu istirahat yang cukup saat malam hari. Aktivitas sehari-hari membuat tubuh lelah dan membutuhkan istirahat. “Olahraga berlebihan pada malam hari tidak dianjurkan,” katanya.
Dewi menjelaskan, selain harus terpenuhinya waktu yang cukup untuk istirahat, olahraga malam hari diperbolehkan selama tidak memaksakan tubuh melebihi kemampuannya. Idealnya olahraga dilakukan paling tidak 30 menit setiap hari. "Mengingat setelah seharian beraktivitas tubuh mengalami penurunan stamina," tambahnya.
Pemilihan jenis olahraga yang akan dilakukan haruslah tepat. Bila terpaksa olahraga pada malam hari, disarankan hanya melakukan olahraga ringan. “Olahraga berat dapat meningkatkan metabolisme dan suhu tubuh, sehingga mengakibatkan gangguan pada jam tidur malam hari,” ucapnya. (mg1/c2/dwi) Editor : Safitri