BACA JUGA : Tolak Politisi Titipan, Pengurus Gerindra Jember Mundur dari Bursa Bacaleg
Ahli gizi RSD dr Soebandi, Anis Nurlaili, mengatakan, air putih tetap menjadi kebutuhan utama sebagai penetralisasi racun bagi tubuh. Terdapat kandungan kalori dan gula pada air kelapa yang dapat menyebabkan meningkatnya lemak pada tubuh, dan tidak dapat dikonsumsi secara berlebihan.
Air kelapa juga memiliki sedikit kandungan sodium, sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan sodium setelah tubuh lelah berolahraga. “Saat berkeringat tubuh banyak kehilangan sodium, dan air kelapa tidak dapat memenuhi sepenuhnya kebutuhan sodium yang hilang dari tubuh, sehingga masih memerlukan air mineral,” ujarnya.
Selain itu, dapat menyebabkan tidak seimbangnya elektrolit yang ada di dalam tubuh karena air kelapa mengandung banyak kalium. Tidak boleh dikonsumsi dalam jumlah yang berlebih untuk menghindari terjadinya hiperkalemia, penyebab melambatnya detak jantung.
Dia juga tidak menyarankan bagi orang yang memiliki asam urat tinggi untuk mengonsumsi air kelapa. Diperbolehkan bagi yang tidak memiliki riwayat penyakit tersebut, tetapi tetap harus diimbangi dengan konsumsi air mineral.
Air kelapa dapat menggantikan ion tubuh yang hilang. Namun, keutamaan mengonsumsi air mineral sebanyak dua liter per hari tidak dapat digantikan menggunakan air kelapa. (mg1/c2/bud) Editor : Safitri