BACA JUGA : Rekomendasikan Pemecatan, DPRD Jember Nilai Kerja Empat Kepala OPD Gagal
Dermabrasi merupakan perawatan wajah yang menggunakan teknik eksfoliasi atau pengelupasan kulit menggunakan alat tertentu. Dengan tujuan memperbaiki kulit agar lebih halus seperti menghilangkan bopeng pada wajah.
Dokter spesialis kulit dan kelamin RSD dr Soebandi (Soebandi Skin Centre Estetika), dr Anselma Dyah Kartikahadi SpKK, menyampaikan bahwa penggunaan teknik dermabrasi tidak boleh dilakukan pada wajah yang sedang berjerawat. Namun, bekas jerawat boleh dilakukan teknik dermabrasi. Selain wajah yang bopeng, dermabrasi bisa dilakukan pada pasien yang memiliki kerutan pada wajah, bintik penuaan, dan warna kulit yang tidak merata. “Nantinya teknik dermabrasi ini dapat meratakan permukaan kulit,” ucapnya.
Sebelum melakukan perawatan dermabrasi, dokter akan mengecek kondisi wajah. Hal itu untuk mengurangi efek yang terjadi setelah melakukan perawatan. Dokter biasanya akan meninjau riwayat medis, seperti konsumsi obat yang sedang dijalankan dan kosmetik yang sedang digunakan.
Selain itu, akan dilakukan pemeriksaan fisik pada kulit pasien. Pasien juga akan diberi tahu hasil, risiko, serta efek samping yang kemungkinan bisa terjadi. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi setelah melakukan dermabrasi seperti wajah kemerahan dan bengkak. Kemerahan pada wajah dan pembengkakan biasanya terjadi beberapa hari setelah melakukan treatment tersebut. Wajah akan normal kembali setelah beberapa minggu.
Perawatan dermabrasi dapat menyebabkan pori-pori terlihat membesar. Selain itu, biasanya akan timbul jerawat setelah melakukan perawatan dermabrasi. Ini biasanya terjadi pada beberapa pasien. Tetapi, akan normal kembali setelah beberapa hari. Sebaiknya, ketika jerawat sudah parah, segera dikonsultasikan kepada dokter.
Perawatan wajah dengan teknik dermabrasi akan terlihat hasilnya jika dilakukan secara rutin dan sesuai dengan arahan dari dokter. Perawatan wajah dermabrasi juga tergolong murah dibanding perawatan lainnya. Tetapi, juga melihat seberapa besar area bopeng yang terjadi. (cad/c2/nur)
Editor : Safitri