Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Aura Positif Dapat Muncul dari Aroma Wangi Tubuh

Maulana Ijal • Minggu, 26 Februari 2023 | 21:51 WIB
ASYIK: Seorang model memperagakan pemakaian parfum untuk tubuh.
ASYIK: Seorang model memperagakan pemakaian parfum untuk tubuh.
RADARJEMBER.ID - Aura positif seringkali muncul dari dari semerbak wewangian yang disemprotkan ke tubuh.  Memiliki aroma tubuh yang wangi sepanjang hari tak hanya membuat pribadi menjadi lebih nyaman dan tenang namun juga orang-orang di sekelilingnya.

Akan tetapi, tak banyak orang sadar akan pentingnya penggunaan parfum dalam tubuh. Beberapa di antaranya bahkan terkesan cuek dalam menampilkan aroma tubuhnya, khususnya saat beraktivitas sehari-hari. Hal ini yang justru dianggap bisa merusak citra diri di hadapan publik tanpa disadari.

’’Karena kan penampilan dan aroma tubuh itu seperti menunjukkan kesan pertama atau first impression kita kepada orang lain. Jadi sebisa mungkin ditunjukkan dengan kesan yang baik,’’ tutur Rizki Normalinda Saputri, konten kreator asal Kelurahan/Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Kiki, sapaan akrabnya mengaku keberadaan parfum juga dapat menampilkan kepribadiannya lebih percaya diri.

Bahkan, bisa mengubah mood-nya menjadi lebih rileks meski dalam situasi rumit. Hal ini tak lepas dari sifat wewangian itu sendiri yang bisa dimanfaatkan sebagai aroma therapy. Bahkan, gadis 29 tahun ini mengaku tubuhnya harus terselimuti harumnya wewangian setiap saat, termasuk ketika istirahat.

’’Saat akan tidur pun, saya juga menyemprotkan sedikit parfum untuk aroma therapy, agar tidur lebih tenang,’’ ujarnya. Meski jenis parfum kini lebih banyak dan variatif, namun tak sedikit orang yang masih awam dalam memanfaatkannya. Sebagian besar orang sekedar menyemprotkan parfum ke tubuh tanpa memandang kepantasannya.

Padahal, setiap wewangian memiliki ciri waktu dan tempat yang tepat untuk digunakan. Seperti jenis body mist yang aromanya hanya bertahan satu jam saja. Wewangian jenis ini biasanya digunakan untuk sekedar mengharumkan tubuh kala senggang atau sekedar nongkrong bersama teman. Sementara jenis Eau de toilette (EDT), lebih cocok dipakai untuk pekerja kantoran lantaran aromanya yang bertahan sekitar 2 hingga 4 jam.

Sedangkan untuk jenis Eau de parfum (EDP), sangat tepat digunakan di acara-acara formal, seperti wisuda, kondangan, atau rapat resmi. Lantaran aroma hasil campuran minyak atsiri dan essensial oil lebih kuat. ’’Kalau di kantor biasanya pakai parfum EDT ketika akan masuk kantor dan saat istirahat. Kalau pas kondangan, baru pakai jenis EDP karena aromanya yang strong,’’ tambahnya.

Untuk harga sendiri, beda brand parfum beda patokan harga. Yang bisa dijadikan patokan hanyalah volume-nya. Seperti brand parfum yang dijual dalam bodyshop hanya dipatok tak kurang dari Rp 100 ribu per botol dengan ukuran isi maksimal 40 mililiter (ml). Sementara parfum kosmetik, bisa dijual antara Rp 200-Rp 400 ribu.

Sedangkan jenis brand luar negeri, bisa mencapai jutaan hingga puluhan juta. ’’Saya sendiri punya 6 jenis parfum mulai brand kosmetik sampai brand ternama,’’ pungkas Frinsisca Cristy Octaviane, Yuk Kabupaten Mojokerto 2021. (*)

Foto : Sofan Kurniawan/JPRM

Sumber : jawapos.com

  Editor : Maulana Ijal
#aromaterapi