Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Diabetes pada Anak Meningkat 70 Kali Lipat, Kenali Gejalanya

Safitri • Rabu, 15 Februari 2023 | 18:18 WIB
ilustrasi
ilustrasi
GEBANG, Radar Jember – Menanggapi meningkatnya penyakit diabetes melitus atau disebut DM pada anak di Indonesia tahun 2023 ini, dokter spesialis anak dan tenaga kesehatan lainnya di Jember bersinergi untuk memberikan banyak edukasi tentang DM pada orang tua, guru, hingga komunitas. Sebab, angka DM pada anak di Indonesia meningkat hingga 70 kali lipat.

BACA JUGA : Polres Jember Diminta Usut Tuntas Dugaan Penggelapan Dana Renovasi Rumah

Dokter spesialis anak RS Citra Husada Jember, dr Ririn Esterina SpA, mengatakan, DM merupakan gangguan metabolisme yang ditandai oleh meningkatnya kadar gula darah atau hiperglikemia. Kondisi tersebut akan mengganggu fungsi tubuh seperti peredaran darah, fungsi ginjal, fungsi syaraf, hingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak.

Berdasarkan data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), prevalensi anak penderita DM pada Januari 2023 meningkat 70 kali lipat dibanding tahun 2010. Terdapat 1.645 anak di Indonesia yang menderita diabetes pada Januari 2023, di mana prevalensinya sebesar 2 kasus per 100.000 anak.

Ester, sapaan akrab dr Ririn Esterina, mengatakan, untuk saat ini belum ada data pasti angka diabetes anak di Jember. Tetapi, dia mengatakan bahwa di Jember juga ada anak yang mengalami DM. “Ya, ada, tapi jumlah pasti berapa belum benar-benar ada datanya,” jelasnya.

Dia menjelaskan, DM dikenal dengan dua jenis, yaitu DM tipe 1 dan tipe 2. Diabetes melitus tipe 1 yaitu jumlah insulin rendah akibat rusaknya sel beta pankreas. Sel tersebut yang berfungsi untuk menghasilkan hormon insulin. Hormon insulin berfungsi untuk menurunkan kadar gula dalam darah, apabila kadar gula dalam darah berlebihan. Sedangkan DM tipe 2 disebabkan karena resistensi insulin. Pada anak, sering didapatkan DM tipe 1. “Sedangkan DM tipe 2 pada anak sebanyak 5-10 persen dari keseluruhan kasus DM,” ucapnya.

Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa DM tipe 1 penyebab utamanya karena faktor genetik dan autoimun. Sedangkan DM tipe 2 disebabkan gaya hidup tidak sehat dan obesitas. DM dapat menyerang anak pada usia 0 tahun. Berdasarkan data IDAI, dari 1.645 anak yang menderita DM, terdiri atas umur 0-4 tahun sebanyak 19 persen, 5 tahun sebanyak 9-31 persen, 10-14 tahun sebanyak 46,23 persen, dan 14 tahun ke atas sebanyak 3 persen.

Diabetes Pada Anak

Gejala anak alami DM:

dr Ririn menjelaskan, gejala yang dirasakan ketika anak mengalami DM, salah satunya anak akan lebih banyak makan dan minum. Selain itu, sering kencing, berat badan menurun, lemah, terkena infeksi jamur, sering mengompol, dan mudah lelah. “Namun, mungkin saja anak mengalami kegawatan diabetes seperti sesak napas, muntah berulang, nyeri perut, dehidrasi, bahkan penurunan kesadaran,” tuturnya.

Pengobatan DM tipe 1 pada anak memerlukan pengobatan insulin seumur hidup. Untuk itu, pengaturan pola makan sangat penting dilakukan. Selain itu, olahraga juga sangat diperlukan untuk menjaga tubuh agar tetap fit. “Ketika anak telah divonis DM, perlu pemahaman orang tua dan pasien agar anak dapat segera pulih, sehingga tumbuh kembang akan optimal,” pungkasnya. (cad/c2/dwi) Editor : Safitri
#Jember #Anak #diabetes