Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Asupan ASI Eksklusif Paling Sempurna

Safitri • Jumat, 23 Desember 2022 | 16:50 WIB
BIKIN GEMAS: Mareta Alifani, ibu muda yang tinggal di Desa Ajung, Kecamatan Kalisat, menjadi salah satu orang tua yang sibuk berkerja, namun tetap memperhatikan kebutuhan ASI si buah hati.
BIKIN GEMAS: Mareta Alifani, ibu muda yang tinggal di Desa Ajung, Kecamatan Kalisat, menjadi salah satu orang tua yang sibuk berkerja, namun tetap memperhatikan kebutuhan ASI si buah hati.
KALISAT, Radar Jember - Menjadi ibu muda tidaklah mudah. Butuh pengetahuan dan tindakan yang tepat untuk merawat anak. Salah satu hal yang menyenangkan namun menguras tenaga adalah memberikan asupan air susu ibu (ASI) eksklusif kepada buah hati tercinta. Pada Hari Ibu, salah satu jasa yang perlu diingat yang tidak bisa dibandingkan adalah pemberian asupan ASI eksklusif.

BACA JUGA : Loper Koran di Jember Jadi Korban Tabrak Lari, Keluarga Tempuh Jalur Hukum

Mareta Alifani, ibu muda berusia 24 tahun, saat ini berprofesi sebagai pengusaha muda. Dia mengelola usaha rias pengantin dan dekorasi pernikahan di Desa Ajung, Kecamatan Kalisat. Di luar kesibukan menangani usahanya, dia tetap memiliki tanggung jawab besar, yakni merawat bayi yang baru berusia 32 hari. Sejak sebelum melahirkan, Reta, sapaan akrabnya, mengaku bertekad untuk memberikan ASI eksklusif kepada si buah hati yang diberi nama Yumna.

Menurutnya, memberikan ASI eksklusif kepada Yumna butuh kesabaran ekstra. Meski di tengah malam, dia harus bangun untuk memberikan ASI dan menemani Yumna. Tidak ada kata lelah dalam memberikan ASI. Semua yang dilakukan itu adalah hal terbaik untuk anaknya. Para ibu di Jember dan Indonesia pun pasti mengalami hal serupa, yakni perjuangan untuk memberikan yang terbaik bagi buah hatinya.

Reta mengaku, dirinya selalu mengontrol makanan yang dia konsumsi. Hal itu dilakukan karena setiap apa yang dia makan akan berpengaruh terhadap ASI yang diproduksinya. Sesekali dia bertanya kepada ibu-ibu yang lebih berpengalaman terkait kiat merawat bayi. Dia juga menjaga kesegaran ASI dengan konsultasi kepada bidan terdekat. "Makan makanan pun saya jaga, agar nutrisi yang Yumna terima juga maksimal," ucap Reta.

Dokter spesialis anak RS Paru, Ririn Wahyuningtyastutik, mengatakan, ASI merupakan nutrisi terbaik dan paling lengkap. Nilai nutrisi ASI lebih lengkap daripada susu formula. ASI mengandung lemak, karbohidrat, protein, dan air dalam jumlah yang tepat untuk pencernaan, perkembangan otak, dan pertumbuhan bayi.

Selain itu, ASI juga bisa mencegah berbagai penyakit yang mengancam kesehatan bayi. Kolostrum dari ibu yang diminum bayi saat pertama kali lahir akan menjadi antibodi, merangsang sistem kekebalan tubuh alami bagi bayi. "ASI juga mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan dan saluran pencernaan," jelasnya.

Selain itu, ASI juga sangat bermanfaat untuk bayi. ASI tidak berpotensi alergi. Sebagian besar bayi mudah mencerna ASI walaupun saluran pencernaannya masih dalam proses adaptasi. Berbeda dengan susu formula, susu sapi, atau susu kedelai yang rentan menyebabkan reaksi alergi.

ASI juga mengandung antibodi penting untuk melindungi dari penyakit. Selain itu, anak akan mencapai berat badan ideal. "Manfaat ASI eksklusif lainnya adalah untuk membantu bayi mencapai berat badan ideal," terangnya.

ASI tidak hanya untuk mencegah stunting, tetapi juga mencegah bayi mengalami obesitas. Umumnya, tingkat obesitas bayi yang mengonsumsi ASI 30 persen lebih rendah jika dibandingkan dengan bayi yang meminum susu formula. "Jadi, jika dijelaskan apa saja manfaatnya, sangat bermanfaat sekali untuk perkembangan dan pertumbuhan bayi," jelasnya.

Efek bila tidak diberikan ASI, bayi akan berisiko mengalami gangguan kesehatan. Seperti infeksi pencernaan, infeksi saluran pernapasan bagian atas, hingga infeksi pada telinga. Selain gangguan kesehatan yang disebabkan oleh infeksi, bayi juga akan lebih rentan mengalami penyakit noninfeksi saat pertumbuhan usianya. "Untuk itu, usahakan bayi menerima ASI eksklusif sampai dua tahun," pungkasnya. (cad/c2/nur) Editor : Safitri
#Jember #asi