https://radarjember.jawapos.com/berita-jember/07/11/2022/jangan-sampai-atlet-frustrasi-karena-reward-belum-cair/
Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi RS Citra Husada Jember, dr Ainul Miftah Azizain, mengatakan, cedera pada atlet atau orang saat olahraga secara garis besar ada dua macam. Pertama, cedera pada tulang, dan kedua cedera pada jaringan lunak. Cedera pada tulang sering dikenal sebagai patah (fraktur) dan retak (fisura) atau cerai sendi (dislokasi). Cedera pada jaringan lunak bisa terjadi pada ligamen, tendon, atau otot.
Jenis-jenis cedera biasanya khas, tergantung jenis olahraga. Gulat misalnya, yang paling sering terjadi dislokasi bahu atau fraktur pada tulang lengan atas (humerus). Pada olahraga tenis biasanya nyeri pada sisi luar dari sendi siku, namanya tennis elbow, disebabkan iritasi di tempat perlekatan (origo) otot pada tulang. Sedangkan pada olahraga basket biasanya kena robekan tendon di sendi bahu. “Untuk pelari sering kali merasakan nyeri pada sisi luar paha, karena iritasi pada tendon atau fascia, fascia lata namanya,” jelasnya.
Ia melanjutkan, cedera pada atlet sepak bola umumnya mengenai tungkai bawah, baik paha, betis atau kaki, atau di sendinya, sendi lutut atau ankle. Walaupun tidak tertutup kemungkinan di tempat yang lain. Paling sering kena fraktur pada tulang betis, cedera ligamen lutut ACL atau PCL, robekan bantalan sendi lutut (meniscus). Juga bisa terjadi robekan ligamen pada sendi pergelangan kaki (ankle). “Sangat kita kenal sebagai terkilir atau keseleo,” ucapnya.
Menurutnya, di masyarakat pemahaman umumya cara mengatasi cedera adalah dipijat dan diurut. Padahal, kalau dikembalikan pada keilmuan, cedera itu pasti selalu dimulai dari kerusakan jaringan. Bisa robek, patah, dan lainnya.
Robekan itu akan mengundang peradangan (inflamasi), yang ditandai dengan bengkak, hangat, nyeri, dan memerah. Peradangan ini sebenarnya mekanisme permintaan bantuan dari tubuh yang cedera agar aware dan beristirahat. Tidak memaksa organ yang cedera untuk beraktivitas lagi. “Bayangkan, sudah minta tolong masih dipijat-pijat, diprovokasi, sehingga peradangan tambah hebat, tambah bengkak, dan tambah nyeri,” jelasnya.
Penanganan yang perlu dilakukan yakni rest, ice, compress, dan elevate (RICE). Rest atau istirahat, berhenti dulu dari aktivitas olahraga saat cedera menerpa. Ice atau didinginkan, bisa dengan es atau cairan dingin, atau pakai spray seperti yang biasa terlihat di pertandingan bola saat ada atlet cedera. Compress, bebat dengan kasa lalu tekan. Terakhir, elevasi diangkat setinggi jantung. “Harapannya proses peradangan bisa tidak terlalu hebat sehingga keluhan nyeri, bengkak tidak terlalu dominan,” tuturnya.
Pengobatan atlet selama ini menurutnya bisa dikaver oleh BPJS. Untuk BPJS bisa di semua faskes, baik tingkat pertama maupun RS. Untuk penggunaan J-Pasti Keren bisa digunakan di RS pemerintah. Di Jember bisa digunakan di puskesmas, RS Kalisat, RS Balung, dan RS Soebandi. Memang ada beberapa jenis cabang olahraga ekstrem yang tidak ditanggung, kemungkinan seperti paralayang dan sepeda downhill. “Tapi sebagian besar bisa dikaver,” pungkasnya.
Jurnalis: mg3
Fotografer: DOK RADAR JEMBER
Editor: Nur Hariri Editor : Maulana Ijal