Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Begini Cara Kerja Femepizole, Obat Penawar Gagal Ginjal Akut pada Anak

Safitri • Jumat, 4 November 2022 | 17:52 WIB
ilustrasi femepizole
ilustrasi femepizole
SUMBERSARI, Radar Jember – Kesembuhan pasien gangguan gagal ginjal akut progresif atipikal (GGAPA) terus mengalami peningkatan. Berdasarkan keterangan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, per 31 Oktober 2022 tercatat sebanyak 304 kasus GGAPA dengan 99 pasien atau 33 persen dinyatakan sembuh. Sebelumnya per 26 Oktober masih 39 pasien yang berhasil sembuh.

BACA JUGA : Skotlet Cegah Mika Speedometer Pada Motor Retak

Saat ini demi menekan angka kesakitan dan kematian GGAPA di Indonesia, Kementerian Kesehatan mendatangkan ratusan vial obat antidotum atau penawar yaitu fomepizole injeksi yang didatangkan dari Singapura, Australia, Kanada, dan Jepang.

Dosen Fakultas Farmasi Unej, apt Dwi Koko Pratoko mengatakan, fomepizole sebenarnya bukan obat untuk gagal ginjal akut. Tetapi, penawar racun bila keracunan etilen glikol, dietilen glikol, juga etanol. “Diduga gagal ginjal akut pada anak disebabkan oleh etilen glikol. Jadi, untuk mengobatinya menggunakan fomepizole,” ungkapnya

Fomepizole merupakan satu-satunya obat yang disetujui oleh US FDA, yaitu badan pengawas obat dan makanan milik Amerika Serikat. Karena efektivitasnya sebagai penawar racun etilen glikol. Selain etilen glikol, fomepizole juga digunakan sebagai antidotum keracunan metanol. “Karena keduanya ini memang toxic,” tutur Koko.

Koko menjelaskan, etilen glikol dan dietilen glikol itu tergolong toxic karena kedua bahan pelarut obat tersebut saat masuk ke dalam tubuh akan dimetabolisme. Kemudian, akan dioksidasi menjadi asam glikolat. Asam glikolat akan teroksidasi lebih lanjut menjadi asam glioksilat yang kemudian akan terbentuk asam oksalat. “Asam glioksilat dan asam oksalat ini lah yang sifatnya toxic ke ginjal. Sehingga menyebukan gangguan gagal ginjal akut,” tuturnya.

Jadi, pada prosesnya etilen glikol dan dietilen glikol untuk bisa menjadi asam glioksilat dan asam oksalat membutuhkan perantara enzim alcohol dehidrogenase. “Obat fometizon ini cara kerjanya menghambat enzim yang memerantarai terbentuknya senyawa toxic itu (asam glioksilat dan asam oksalat, Red),” terangnya.

Oleh karena itu, kata dia, pendekatan pertama dengan mencegah supaya senyawa toxic-nya, yaitu asam glioksilat dan asam oksalat, tidak terbentuk. Pendekatan kedua yakni mengubah senyawa yang toxic menjadi tidak toxic. Untuk cara kedua ini bisa menggunakan vitamin B1 dan vitamin B6.  Sehingga nanti akan diubah menjadi glisin, yaitu suatu asam amino yang berguna untuk tubuh yang bersifat tidak toxic lagi.

Antiracun yang dapat digunakan GGAPA, selain menggunakan fomepizole, juga bisa memakai injeksi etanol 5-10 persen dalam dekstrosa 5 persen. Jadi, sebenarnya ada beberapa cara yang bisa ditempuh. “Khusus kasus seperti GGAPA, Kemenkes RI langsung mengimpor dari beberapa negara untuk didistribusikan kepada rumah sakit tertentu,” pungkasnya. (mg3/c2/dwi) Editor : Safitri
#Jember #Ginjal