BACA JUGA : Pencairan Dana BSU Lemot, Bisa Jadi karena Perusahaan
Dokter spesialis bedah mulut RS Kaliwates, dr Budi Sumarsetyo Sp BM, mengatakan, kanker yang berada di mulut biasanya sangat sulit untuk disadari oleh masyarakat. Banyak kejadian berawal dari sariawan yang terus-menerus. Sehingga makin lama makin membesar dan sakit. “Baru setelah kondisi sangat sakit, masyarakat mulai memeriksanya,” ucapnya.
Awalnya, kata dia, mirip luka sariawan tetapi beda. Cara membedakannya pun mudah. Biasanya lokasi dari sariawan itu berpindah-pindah tempat. “Tidak hanya di satu area saja,” jelasnya
Lanjutnya lagi, jika sering sariawan dan di bagian yang sama, patut untuk diwaspadai. “Kalau sering sariawan di tempat yang sama, maka segera lakukan pemeriksaan ke dokter, untuk mengecek apakah itu adalah kanker atau bukan. Agar cepat ditangani,” ucap dia.
Berbicara mengenai sariawan, ada persepsi penyebabnya adalah kekurangan vitamin C. Namun, menurut Sumarsetyo, bisa juga disebabkan gigi yang rusak. Seperti giginya yang tajam dan gigi berlubang. Sehingga saat mengunyah akan mengganggu fungsi kunyah. “Hal ini yang nantinya akan melukai area bibir ataupun di dalam mulut, yang nantinya bisa menjadi kanker mulut,” jelasnya.
Kasus yang sering terjadi yakni keterlambatan dalam mendeteksi dan memeriksakan. Selama ini pasien datang sudah mengalami keluhan yang berat. Saat telah berada pada keluhan yang berat, maka kanker akan mudah menyebar dengan cepat. Kondisi seperti itu perlu penanganan ekstra.
Menurutnya, pengobatan kanker mulut tak hanya berhenti di operasi. Tapi, harus menjalani berbagai pengobatan yang memakan banyak waktu dan materi. “Makanya sebelum terjadi demikian, jika gigi bermasalah seperti lubang atau tajam, segera atasi terlebih dulu. Agar tak mengganggu fungsi kunyah dan fungsi lainnya di dalam mulut,” pungkasnya. (mg3/c2/dwi)
Editor : Safitri