BACA JUGA : Dialihfungsikan Jadi Proyek Pembangunan, Lahan Pertanian Makin Menyusut
Dokter spesialis obstetric dan ginekologi RSD dr Soebandi, dr Yonas Hadisubroto SpOG, menyebut bahwa tujuan dari keluarga berencana yakni merencanakan keluarga baik secara mental, fisik, dan finansial. Jika misalkan terjadi kehamilan yang tidak direncanakan, tentunya akan mengganggu mental dan finansial dari keluarga itu sendiri.
Dalam perencanaan kehamilan ada dua jenis, yakni menjarangkan kehamilan dan menghentikan kehamilan. “Ini nantinya akan berkaitan dengan pemilihan alat kontrasepsi,” ucapnya.
Pada lingkup yang lebih besar manfaat KB pascapersalinan yakni menurunkan angka kematian ibu. Artinya ada faktor-faktor yang ancam kematian ibu, yaitu terlalu banyak, terlalu dekat, terlalu tua, dan terlalu muda.
Permasalahan yang sering terjadi yaitu, pemilihan alat kontrasepsi dan cara pasien memilih. Hal itu karena kurangnya pengetahuan akan alat kontrasepsi. “Yang tahu kebanyakan alat kontrasepsi pil dan suntik. Padahal masih banyak jenis kontrasepsi. Pada intinya pemilihan alat kontrasepsi tergantung kebutuhan,” tuturnya.
Jika menggunakan alat kontrasepsi untuk menghentikan kehamilan dan memilih menggunakan pil atau suntik, maka itu salah. Tapi, bila masih ingin mengurangi kehamilan, bisa menggunakan pil dan suntik. “Masalah ini tujuan inilah yang sering terjadi kesalahan. Mau menghentikan kehamilan atau mengurangi,” terangnya.
Tentang pengetahuan pasien yang memilih alat kontrasepsi yang pas, itu yang menjadi permasalahan saat ini. Menurutnya, banyak memilih alat kontrasepsi berdasarkan temannya, bukan karena berdasarkan kebutuhannya. “Hanya sekadar ikut-ikutan teman dalam menggunakan jenis alat kontrasepsi,” ungkapnya.
Seharusnya dilakukan konseling yang lebih baik. Biasanya konseling yang bisa melakukan sosialisasi akan hal ini dari puskesmas ataupun posyandu yang ada. “Sehingga dengan adanya konseling yang tepat, akan mendapatkan alat kontrasepsi yang tepat. Konseling itu bisa didapat cukup di posyandu,” pungkasnya. (Mg3/c2/dwi) Editor : Safitri