BACA JUGA : Wujudkan Sekolah Tanpa Bullying, Siswa Ikut Perguruan Silat Perlu Didata
Hal itu disebabkan adanya aliran balik dari isi lambung ke kerongkongan. Lantaran longgarnya katup esofagus. Oleh karenanya, asam lambung dan makanan yang seharusnya tidak bisa naik ke atas jadi bisa naik, karena katupnya longgar.
Penyakit yang disebut-sebut mematikan ini ternyata tidak mematikan. Menurut keterangan dari dokter spesialis penyakit dalam RS Paru, dr Sulih Yekti Ngutamani SpPD, GERD akan mengganggu aktivitas dan kualitas hidup akan turun. Jika dibiarkan terus-menerus, maka akan menyebabkan kanker. Tapi, kemungkinannya kecil. “Jadi, harus segera dilakukan pengobatan bila GERD,” terangnya.
Asam lambung dan makanan yang kembali lagi ke kerongkongan akan melukai esofagus. “Apa pun yang tidak pada tempatnya akan menyebabkan masalah,” ujarnya.
Penyebab penyakit GERD ini beragam. Ada yang karena penyakit autoimun, gaya makan yang kurang bagus, serta beberapa macam obat-obatan yang membuat katupnya jadi longgar. “Pada autoimun, ada gangguan sistem saraf dan gangguan otot yang berefek pada katup,” ucapnya.
Gejala khas dari penyakit ini yakni ada rasa terbakar di dada, dan ada aliran balik dari lambung ke kerongkongan. Selain itu, untuk gejala yang tidak khas misalnya pasien nyeri, mual, muntah, terasa seperti ada benjolan di kerongkongan, dan sering bersendawa. “Serta ada rasa pahit di tenggorokan,” tegasnya. (mg3/c2/dwi)
Editor : Safitri