Deteksi Dini Gangguan Pendengaran pada Anak

Safitri • Dipublikasikan Rabu, 14 September 2022 | 16:24 WIB
ilustrasi
ilustrasi
JEMBER KIDUL, Radar Jember - Kurangnya sosialisasi dan ketidaktahuan orang tua salah satu faktor telatnya pengobatan terhadap anak yang mengalami gangguan pendengaran. Selain itu, faktor malu juga bisa menjadi penyebab anak tidak diperiksakan ke dokter.

BACA JUGA : Pembunuh dan Pembakar Mahasiswa Unej Hanya Dituntut 20 Tahun

Menurut Ketua Perhimpunan Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan Kepala Leher atau THT-KL (Perhati-KL) Jember dr Bambang Indra Sp THT KL, mendengar adalah proses pertama dalam belajar. Jika bayi tidak bisa mendengar, maka proses belajarnya akan sangat terganggu. Akibatnya, pendidikan anak akan terganggu. “Gangguan pendengaran juga akan berpengaruh pada sumber daya manusia di masa mendatang,” jelasnya.

Menurutnya, anak yang memiliki gangguan pendengaran akan hanya bisa dilatih keterampilan saja. Karenanya, supaya bisa belajar dengan baik, maka harus bisa mendengar. “Jadi, kalau anak bisa mendengar, bisa didik. Tapi, kalau tidak bisa mendengar, maka hanya bisa dilatih,” ucapnya.

Dengan adanya sistem kesehatan nasional, anak yang memiliki gangguan pendengaran dapat diperiksakan ke puskesmas. Sehingga, menurut Bambang, dari puskesmas akan langsung merujuk ke salah satu RS. Salah satu RS yang lengkap terkait pengobatan telinga yakni RSU Kaliwates.

Dia menjelaskan, penyebab gangguan pendengaran itu bisa dari telinga bagian luar, tengah, dan dalam. “Nanti dideteksi, kalau telinga luar relatif gampang pengobatannya. Kalau penyebabnya dari telinga dalam, maka diatasi dengan alat bantu,” jelasnya.

Bambang menambahkan, bila anak tidak bisa mendengar sampai tiga tahun, maka anak akan kehilangan tumbuh kembang, terutama pada kosakata. Akibatnya, berbicara tidak akan pas. Dianjurkan gangguan pendengaran diatasi sebelum tiga tahun, supaya anak bisa mendengar dengan baik dan berbicara dengan baik. “Masa golden age anak sampai umur tiga tahun. Makin cepat dideteksi dan diobati pendengarannya, maka semakin baik,” pungkasnya. (mg3/c2/dwi)

  Editor : Safitri
Jember Anak telinga