BACA JUGA : Penderita Asma, Hindari Cuaca Dingin
Dokter spesialis bedah saraf RS Bina Sehat Jember, dr Achmad Kurniawan Sp BS MKed Klin, menjelaskan, tumor otak adalah jaringan abnormal yang timbul akibat pertumbuhan sel yang tidak normal di dalam otak. Tumor otak ada yang bersifat jinak dan ada pula yang bersifat ganas. Selain itu, tumor yang berasal dari sel jaringan otak sendiri atau jaringan yang ada di dekatnya disebut dengan tumor otak primer. “Sedangkan tumor otak bisa dimulai di bagian tubuh lain yang menyebar ke otak. Jenis tumor ini disebut dengan tumor otak sekunder dan lebih sering terjadi dibanding jenis tumor otak primer. Banyak kanker yang dapat menyebar ke otak, namun yang paling sering terjadi adalah tumor payudara, tumor usus besar, tumor ginjal, tumor paru, dan melanoma,” jelasnya dalam acara Bincang Sehat, Sabtu (10/9) lalu.
Dokter Achmad mengungkapkan, ada beberapa faktor risiko tumor otak. Antara lain faktor usia, faktor riwayat keluarga, dan faktor paparan radiasi. Risiko tumor otak akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Tumor otak paling sering ditemukan pada orang usia lanjut. Tapi, juga dapat muncul pada usia berapa pun. Sementara itu, ada jenis tumor otak tertentu yang muncul pada orang dengan riwayat keluarga mengidap tumor otak atau mengalami kelainan sindroma genetik. “Selain itu, orang yang terkena paparan radiasi jenis ionizing radiation akan memiliki risiko lebih besar mengidap tumor otak. Jenis radiasi yang dimaksud ialah pasien yang menjalani terapi radiasi atau seseorang yang tinggal di daerah terkena radiasi nuklir,” ucapnya. Namun, radiasi lain seperti medan elektromagnet dari saluran listrik tegangan tinggi atau oven microwave belum terbukti berhubungan langsung dengan risiko tumor otak,” ungkapnya.
Dokter Achmad menambahkan, kecepatan tumor otak untuk bertumbuh atau menyebar ke area lain sangat bervariasi. Itu sebabnya, untuk meminimalisasi risiko yang bisa terjadi, perlu untuk mewaspadai gejala-gejalanya. Sakit kepala adalah salah satu gejalanya. Hal ini karena tumor di otak dapat menekan saraf dan pembuluh darah yang sensitif sehingga menyebabkan sakit kepala. “Sakit kepala yang terjadi bisa berupa nyeri yang datang terus-menerus dan terasa sangat parah ketika bangun tidur di pagi hari. Terkadang sakit kepala tersebut semakin parah saat berolahraga, batuk, atau mengubah posisi tubuh,” terangnya.
Gejala lain yaitu mual muntah yang tidak diketahui sebabnya. Ada juga gangguan penglihatan, terjadi penurunan kekuatan otot pada lengan atas atau kaki, gangguan keseimbangan, kesulitan bicara, hingga kejang. “Tumor otak dapat dicegah dengan memperbanyak makan buah-buahan yang mengandung antioksidan, perbanyak makan makanan berserat, gaya hidup sehat, tidak merokok, hindari bahan karsinogenik. Jauhi benda dengan kadar radiasi tinggi, hindari pikiran yang dapat memicu stres,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur RS Bina Sehat Jember drg Yunita Puspita Sari P. MKes mengatakan, saat ini RS Bina Sehat Jember dapat melayani kasus bedah saraf emergency 24 jam, seperti cedera otak, stroke, tumor, maupun kasus non-emergency, baik itu rujukan dari Jember maupun luar Jember. (kr/c2/dwi)
Cegah tumor otak, dengan;
- Perbanyak makan buah-buahan yang mengandung antioksidan (contohnya stroberi dan anggur merah).
- Perbanyak makan makanan berserat.
- Tidak merokok.
- Hindari bahan karsinogenik, misalnya minyak goreng yang dipakai berulang.
- Jauhi benda dengan kadar radiasi tinggi, misalnya gunakan hands free saat menelepon.
- Hindari pikiran yang dapat memicu stres.