BACA JUGA : Ternyata Ini Sosok Pria Pasangan Mahasiswi Unej yang Meninggal
Pj Direktur RSUD dr H Koesnadi Bondowoso dr Yus Priyatna mengatakan, udara dingin umumnya mengandung kelembapan yang lebih sedikit dan bisa membuat paru-paru berkontraksi. Akibatnya, saluran udara bisa menegang dan memicu serangan asma yang disertai batuk. Selain itu, udara dingin juga bisa memicu nyeri dada pada penderita asma. "Tak jarang, gejala-gejala semacam itu bisa bertahan dalam jangka waktu lama," terang dokter spesialis paru-paru itu.
Lantas, apakah serangan asma bisa menyebabkan meninggal dunia? Seperti temuan mayat di lahan cabai Desa Kajar, Kecamatan Tenggarang, Minggu (11/9). Yus Priyatna menjelaskan, bila berdasarkan pengakuan keluarga, yang bersangkutan punya riwayat asma. Bisa jadi, penyebab kematiannya adalah asma. Sebab, asma juga bisa membuat orang meninggal secara tiba-tiba. Terlebih lagi pada pagi hari udara masih dingin, sehingga ada potensi asmanya kambuh.
Menurut dr Yus, penyakit asma tidak bisa disembuhkan secara total. Para penderita hanya bisa melakukan kontrol setiap harinya. Oleh karena itu, ketersediaan obat asma harus selalu dikhawatirkan. Sebab, penyakit tersebut bisa kambuh kapan saja. "Kalau penyakit asma sudah kambuh, bisa berakibat pada kematian jika tidak ada pertolongan dan segera diobati," jelasnya.
Selain rutin mengonsumsi obat sesuai rekomendasi dokter, pastikan para penderita berada di dalam ruangan yang hangat selama cuaca dingin. "Penderita asma ini selalu membawa obat ke mana-mana. Karena bisa sewaktu-waktu kambuh," ulasnya. (aln/c2/dwi) Editor : Safitri