Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Jaga Kesehatan Mental Remaja Perempuan

Safitri • Sabtu, 30 Juli 2022 | 19:33 WIB
Source : Freepik.com
Source : Freepik.com
SUMBERSARI, Radar Jember – Usia remaja menjadi fokus dari women mental health saat ini. Sebab, berdasarkan data, saat ini banyak remaja perempuan sedang mengalami mental yang tidak baik-baik saja. Hal ini karena pengaruh teknologi yang semakin pesat. Sehingga adaptasi remaja terhadap teknologi menjadi salah satu indikator mengalami masalah mental.

BACA JUGA : Wahyu Penderita Gangguan Mental Hanyut Setelah Nekat Berenang

“Salah satu yang berpengaruh adalah media sosial,” ujar Ria Wiyafti Linsiya, salah satu dosen psikologi Universitas Muhammadiyah Jember (UMJ). Menurutnya, paling banyak menjadi sorotan terjadinya mental health adalah karena adanya faktor media sosial yang saat ini banyak dikonsumsi oleh remaja. “Adanya gamers-gamers adalah salah satu faktor dari teknologi yang juga akhirnya memengaruhi mental remaja perempuan dan ini berpengaruh terhadap kehidupan remaja saat ini,” ujarnya.

Pengaruh media sosial terhadap masalah psikologis remaja perempuan salah satunya membuat mereka tidak percaya diri. “Jadi, misalkan remaja yang melihat konten Tiktok atau Instagram yang membuat insecure. Nah, itu bisa menjadi contoh sederhana saja,” ucapnya.

Untuk tahu bagaimana kondisi mental remaja perempuan yang mengalami masalah mental health, bisa dilihat dari individu itu. “Apakah  bisa mengendalikan stres atau tidak? Karena, masalah mental selalu diawali dengan stres. Ketika stres itu tidak bisa dikendalikan, maka itu akan menimbulkan masalah mental atau biasa kita sebut mental illness,” lanjutnya.

Ria Wiyafti menambahkan, bila mental illness tidak bisa dikendalikan, maka akan berdampak pada kondisi mental yang lebih serius. Selain sosial media, tambahnya, pola asuh dari orang tua bisa berpengaruh terhadap perkembangan mental remaja. “Jika pola asuhnya terlalu primitif dan terlalu bebas, maka bisa jadi menimbulkan adaptasi ke arah masalah psikologis,” tuturnya.

Faktor selanjutnya, lanjutnya, yaitu adanya ketidaksesuaian self image. Bagaimana remaja perempuan memiliki pandangan ekspektasi yang dianggap sebagai ideal. Artinya, kata dia, remaja perempuan tidak bisa memenuhi ekspektasi idealnya akibat terpengaruh media sosial. “Jadi, karena media sosial, remaja perempuan tidak bisa melihat kemampuan dirinya sendiri,” paparnya.

Faktor yang paling berpengaruh selanjutnya yaitu lingkungan teman sebaya. Menurutnya, alangkah baiknya berteman di lingkungan yang memiliki pengaruh positif. (mg3/c2/dwi) Editor : Safitri
#Jember #Perempuan #mental