Penelusuran Jawa Pos Radar Jember, lokasi pengambilan video ini berada di sungai kering Dusun Curahwungkal, Desa Pace, Kecamatan Silo. Sementara, perempuan yang ditandu bernama Rosidatul Maqfiroh, warga Dusun Baban Tengah, RT 002 RW 018, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo. Wanita 17 tahun ini memang tengah hamil tua dan akan dibawa ke Puskesmas Silo 2 untuk persalinan. Penyebab ia ditandu bukan lantaran tidak adanya jembatan. Namun, karena dua jembatan yang biasa dilewati warga sedang diperbaiki. Ia juga tidak melahirkan dalam perjalanan.
Kapolsek Silo AKP Suhartanto meluruskan kabar yang beredar. Ia menampik informasi yang menyebutkan bahwa ibu ini melahirkan di tengah jalan sehingga harus ditandu untuk melewati sungai. Yang benar, kata dia, perempuan itu ditandu oleh warga karena akses jembatan sedang diperbaiki. Bahkan, dalam perjalanan itu, ada seorang perawat yang mendampinginya dan kemudian dipindah ke mobil ambulans menuju ke puskesmas. “Kejadiannya pada Selasa (21/9). Yang bersangkutan ini melahirkan di puskesmas. Anaknya perempuan," katanya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (21/9).
Menurut dia, sebelum Rosidatul diangkut tandu, dia dibawa menggunakan mobil pribadi oleh keluarganya. Berangkat dari rumah yang berada di kawasan Perkebunan Curahmanis, Dusun Baban Tengah. Kawasan perkebunan itu berjarak sekitar 22 kilometer menuju Puskesmas Silo 2. Bila kondisi normal, warga butuh waktu satu jam lebih untuk mencapai fasilitas kesehatan tersebut melalui Dusun Karang Tengah, Desa Pace.
Namun, Suhartanto mengungkapkan, kendaraan pribadi itu tidak bisa lewat akibat adanya perbaikan jembatan. Dalam kondisi darurat dan perempuan hamil itu harus segera sampai ke puskesmas, maka warga dan keluarga menandunya untuk melewati sungai. Proses menandu dengan menuruni sungai ini yang direkam. Video itu kemudian menyebar di media sosial hingga viral. “Setelah melewati sungai, yang bersangkutan dipindah ke ambulans agar segera sampai ke puskesmas,” jelasnya.
Mantan Kapolsek Tempurejo ini menjelaskan, di lokasi sebenarnya ada dua jembatan yang jaraknya berdekatan, sekitar 30 meter. Namun, dua jembatan itu sama-sama sedang dalam perbaikan. Pengerjaan jembatan ini baru lima hari lalu dan masih tahap pembangunan fondasi. Otomatis, akses kendaraan roda empat terputus total. Sebenarnya, dia berkata, ada jalan alternatif yang bisa dilalui, tapi harus melewati perkebunan karet dan jalannya licin, sehingga berbahaya ketika membawa ibu hamil. “Itu pun hanya untuk kendaraan roda dua saja. Untuk sementara kendaraan roda empat memang tidak bisa lewat,” ungkapnya.
Akibat viralnya video ibu hamil yang ditandu ini, Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPU BMSDA) Pemkab Jember langsung meresponsnya. Sebelumnya, Muspika Silo juga sempat menggelar rapat yang memutuskan akan melakukan kerja bakti membikin akses darurat yang bisa dilalui warga sementara waktu. Gotong royong itu dilakukan oleh warga dari dua desa. Baik warga Mulyorejo maupun Pace.
Di lokasi, DPU BMSDA juga mendatangkan alat berat. Sungai yang awalnya dilewati ibu hamil itu akhirnya dijadikan jalan alternatif. Karenanya, saat ini kendaraan roda dua maupun roda empat sudah bisa lewat. “Untuk ibu yang melahirkan tersebut masih dalam perawatan di Puskesmas Silo 2,” pungkas Suhartanto.
Reporter : Juma’i
Fotografer : Juma’i
Editor : Mahrus Sholih Editor : Ivona