Pihaknya menjelaskan bahwa dia berkoordinasi bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) seminggu terakhir ini. Tujuannya agar Jatim lebih banyak mendapatkan vaksin yang bisa digunakan untuk remaja anak 12 hingga 17 tahun.
Menurut dia, hal itu merupakan segmen yang harus dimaksimalkan. “Alhamdulillah, kemarin sore (Rabu, Red), vaksin dikirim dalam jumlah yang relatif besar,” paparnya.
Dia menerangkan bahwa yang dikirim lebih banyak jenis Sinovac. Lalu, dilaksanakan vaksinasi serentak. Saat ini, lanjutnya, merupakan kali ketiga pihaknya melakukan vaksinasi serentak dan dialog secara virtual. Mulai di Mojokerto, Sidoarjo, hingga Jember.
Sementara itu, terkait pembelajaran tatap muka (PTM), Khofifah menerangkan bahwa bakal dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan Inmendagri Nomor 35 yang kemudian diganti menjadi Inmendagri Nomor 38. “Boleh dilakukan PTM terbatas bagi daerah yang sudah level 3, 2, dan 1,” ungkapnya.
Dirinya bersyukur karena di Jawa Timur ada sebanyak 29 kabupaten/kota yang masuk PPKM level 2 dan 3. Bahkan, terhitung sejak dua hari lalu, tidak ada daerah di Jatim yang berzona merah. Artinya, proses PTM terbatas atau hybrid learning bisa diselenggarakan. Yakni dengan menggunakan protokol kesehatan (prokes) yang ketat serta dengan pengawasan oleh tim satgas di setiap sekolah.
Menurut Khofifah, satgas dari teman sebaya itu penting karena saling mengingatkan. Satgas dari guru juga penting karena bisa saling membimbing. Satgas dari orang tua juga penting untuk saling menyinergikan satu sama lain. “Lalu, ketiganya menjadi satu kesatuan yang saling menguatkan,” tegasnya.
Harapannya, vaksinasi itu bisa dimaksimalkan untuk para siswa kelas XII lebih dulu. “Soalnya, mereka sudah harus nyambung ke DUDIKA atau dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja,” paparnya. Oleh karena itu, vaksinasi pelajar di setiap SMK harus dimaksimalkan, dipercepat, dan proses penguatan sesuai proses standar kompetensi juga harus diukur oleh para guru serta kepala sekolah. Agar anak-anak tersebut confidence saat lulus.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kabupaten Jember Bobby A Sandi menerangkan bahwa pihaknya mendapatkan bantuan sebanyak 10 ribu vaksin di Kabupaten Jember, kemarin. “Total tersebut terdiri atas 5 ribu vaksin untuk pelajar SLTA di seluruh Jember dan sisanya untuk vaksinasi di UIN Khas Jember,” tandasnya.
Reporter : Isnein Purnomo
Fotografer : Diskominfo For Radar Jember
Editor : Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Ivona