Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember dr Wiwik Supartiwi menjelaskan bahwa dalam pembagiannya, tidak semua puskesmas mendapatkan jumlah yang sama. Sebab, pembagian vaksin bersifat fleksibel alias memperhatikan kebutuhan. “Pembagian vaksin sifatnya fleksibel. Tidak semua rumah sakit sama,” kata Wiwik, Minggu (8/8) kemarin.
Vaksin kali ini, lanjut dia, diperuntukkan bagi lansia serta kalangan masyarakat yang usianya di atas 18 tahun. Sementara, vaksin untuk ibu hamil masih belum tersedia. Wiwik menjelaskan bahwa vaksin yang diperuntukkan bagi ibu hamil masih menunggu koordinasi dengan pusat. Sebab, perlakuannya berbeda.
Pun halnya dengan vaksin yang diperuntukkan bagi para nakes. Ada perlakuan yang berbeda. Skemanya, rumah sakit atau puskesmas mengajukan jumlah nakes yang akan mendapatkan vaksin dosis ketiga. Jadwal pelaksanaannya pada setiap rumah sakit dan puskesmas juga berbeda. “Nakesnya berdasarkan usulan mereka. Bahwa yang akan divaksin sudah melalui vaksinasi tahap dua. Kalau minggu depan ini mungkin sudah mulai. Kan barangnya baru datang,” terang wiwik.
Sebagai informasi, vaksin Sinopharm merupakan vaksin buatan Tiongkok dan telah diujikan di beberapa negara. Vaksin ini menggunakan platform yang sama dengan vaksin Sinovac, yaitu virus yang diinaktivasi. Dalam uji klinis, efikasi vaksin Sinopharm mencapai 78 persen, dan vaksin ini dapat digunakan pada populasi usia 18 tahun ke atas sampai lansia.
Karena memiliki platform yang sama dengan vaksin Sinovac, maka efek sampingnya juga mirip. Sementara itu, vaksin AstraZeneca memiliki keamanan yang sama tinggi terhadap kelainan pembekuan darah pasien yang terinfeksi Covid-19.
Lebih lanjut, Wiwik menjelaskan bahwa jumlah vaksinator kini cukup terbatas. Artinya, ungkap Wiwik, setiap vaksinator di tempat kesehatan harus ada yang terlatih. Sementara, vaksinator juga bertugas melayani operasional puskesmas. “Kemampuan per harinya berapa, itu juga diperhitungkan. Karena tidak semua perawat bisa melakukan vaksinasi. Mereka harus melalui pelatihan jadi vaksinator,” pungkasnya.
Jurnalis : Dian Cahyani
Fotografer : Dokumentasi Radar Jember
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Safitri