Mayoritas warga yang ikut mengaku khawatir untuk datang ke puskesmas karena tidak ingin berkerumun di puskesmas. Selain itu warga yang lanjut usia (lansia) juga menjadi sasaran satgas sehingga mereka bisa mendapatkan vaksin di lingkungannya. “Hari ini 150 warga, Senin (12/7) mendatang 100 warga lagi,” kata Muhammad Rifai, Ketua RW 22 Lingkungan Kampung Ledok, kelurahan setempat.
Dikatakan, warga yang didata yaitu lansia dan pra lansia yang tinggal di RW 22, 23, dan 24. “Ini vaksin yang pertama, diprioritaskan lansia dan pra lansia, lansia ada sekitar 40 persen,” imbuh Rifai.
Antrian vaksin di gang itu terlihat sejak pagi. Warga datang bergantian dengan mematuhi protokol kesehatan. Seperti menjaga jarak dan memakai masker. “Waktunya dibatasi dari pukul 08.00 sampai 13.00. Tadi juga dipantau langsung oleh Bupati Jember,” jelas Rifai.
Di sekitar lokasi ini, menurut warga, sempat ada satu warga yang terpapar pandemi. Namun sudah dinyatakan sembuh total setelah melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Warga yang sempat terpapar tidak dikucilkan dan mendapat dukungan dari warga. Termasuk, mulai beraktifitas kembali dengan warga yang lainnya.
Novita, warga setempat yang divaksin mengaku dirinya baru pertama kali itu mendapatkan vaksin. Menurutnya hal itu memang ditunggu oleh warga setempat. “Enak mas, tidak sakit,” ujar Novita.
Sekadar diketahui, sebelum vaksin dilakukan, kondisi warga diperiksa terlebih dulu. Jika kadar gula darahnya tinggi atau memiliki riwayat sakit lain yang membahayakan, maka vaksinasi ditunda terlebih dahulu. “Semuanya berjalan lancar, warga senang karena vaksin bisa dilakukan di lingkungan sendiri,” pungkasnya.
Jurnalis: mg1
Fotografer: mg1
Editor: Nur Hariri Editor : Safitri