Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

RS Soebandi Dirikan Tenda untuk Screening Covid-19

Radar Digital • Rabu, 7 Juli 2021 | 16:10 WIB
POS PENGECEKAN AWAL: Setiap pasien yang diduga terpapar korona akan menjalani screening di tenda depan RSD Soebandi, sebelum menjalani perawatan isolasi di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.
POS PENGECEKAN AWAL: Setiap pasien yang diduga terpapar korona akan menjalani screening di tenda depan RSD Soebandi, sebelum menjalani perawatan isolasi di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Gelombang penyebaran virus korona belum juga terbendung. Dalam beberapa hari terakhir, masih saja ada warga yang positif baru. Sarana kesehatan pun banyak yang terpakai. Dampaknya, jumlah ranjang perawatan khusus bagi pasien korona mulai terbatas. Berdasarkan bed occupancy rate (BOR) di RSD dr Soebandi, kemarin (6/7), sebanyak 90 persen tempat perawatan sudah terisi. Dari 120 fasilitas, sebanyak 108 telah digunakan pasien.

Terpakainya tempat tidur pasien hingga mencapai 90 persen itu disampaikan Direktur RSD Soebandi dr Hendro Soelistijono kepada Jawa Pos Radar Jember. Menurut dia, jumlah 120 fasilitas untuk pasien Covid-19 tersebut sudah merupakan tambahan dari yang diperintahkan Bupati Jember Hendy Siswanto. "Ada 120 ruang isolasi. BOR sudah mencapai hampir 90 persen," kata Hendro.

Dikatakannya, dalam beberapa hari terakhir, jumlah pasien yang masuk ada sekitar lima sampai sepuluh orang. Hal itu membuat RSD Soebandi mengambil langkah penanganan maksimal dengan mendirikan tenda di halaman rumah sakit. "Termasuk menambah tenaga medis," lanjutnya.

Keberadaan tenda tersebut sejauh ini dipakai untuk penanganan awal pasien yang diduga terpapar korona. Hingga berita ini ditulis, kemarin sore, tidak ada pasien yang dirawat di tenda itu. "Tenda itu tempat screening. Itu dipakai untuk pemeriksaan awal dan observasi. Pengecekan dilakukan di situ. Tujuannya, jika ada warga yang positif, agar tidak menular pada tenaga medis yang di dalam," katanya.

Selama ini, tempat screening sebenarnya sudah ada. Namun, ada dua fasilitas. Nah, pendirian tenda dilakukan karena pasien yang diduga terpapar jumlahnya berkisar antara lima sampai sepuluh orang dalam beberapa hari terakhir. Tenda itulah yang dijadikan tempat untuk pengecekan awal. "Kalau di dalam penuh, bisa jadi tenda dipakai untuk isolasi. Sejauh ini belum dipakai, hanya dipakai screening awal," jelas Hendro.

Menyikapi lonjakan pandemi korona di Jember, Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim menyampaikan, pemkab dan satgas penanganan Covid-19 harus melakukan langkah-langkah khusus guna menekan penyebaran korona. "PPKM yang dilakukan sampai dengan 20 Juli perlu ditingkatkan agar tidak terjadi ledakan penyebaran Covid-19," kata Halim.

Hal yang perlu dilakukan, lanjut Halim, Pemkab Jember atau satgas selayaknya terus menggandeng semua stakeholder. "Termasuk ormas seperti NU, Muhammadiyah, serta semua ormas. Sosialisasi terus digalakkan demi mencegah pandemi ini," ungkapnya.

Pria yang juga Ketua DPC Gerindra itu menambahkan, hal yang tidak kalah penting yaitu menggandeng semua pemangku tempat ibadah. Paling tidak, melalui corong masjid, musala, atau tempat ibadah lain, imbauan agar mematuhi protokol kesehatan bisa tersampaikan. "Jangan bosan mengingatkan pentingnya prokes," imbuhnya.

Soal kapasitas rumah sakit yang diketahui menunjukkan peningkatan pasien, menurut Halim, perlu diwaspadai dengan peningkatan sarana kesehatan. "Langkah antisipasi penting. Mengingat angka belum menunjukkan penurunan yang signifikan. Sarana kesehatan juga penting untuk ditingkatkan," jelas Halim.

 

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Dwi Siswanto
Redaktur : Mahrus Sholih Editor : Radar Digital
#Covid-19 #Jember #RS dr Soebandi #rumah sakit