Rizal Tri Wahyuono SKep Ners, salah satu perawat di RSD dr H Koesnadi Bondowoso, menuturkan, seseorang yang menderita atau memiliki riwayat diabetes dilarang berjalan kaki tanpa menggunakan alas kaki. Sebab, para penderita diabetes mengalami kebas pada telapak kakinya. “Artinya, indera perasa pada telapak kakinya sudah jauh menurun,” lanjutnya.
Karena itu, berjalan tanpa menggunakan alas kaki sangat tidak dianjurkan. Sebab, dia tidak akan merasa saat menginjak benda tajam dan sebagainya. “Tahu-tahu, kakinya sudah terluka. Padahal, kesembuhan para penderita diabetes saat terluka itu sangat sulit sekali,” ungkap pria berusia 26 tahun itu.
Hal senada juga diungkapkan oleh dokter spesialis penyakit dalam dr Arief Suseno SpPD. Menurut dia, salah satu gejala akibat diabetes melitus berupa gangguan sensori. “Ini merupakan gejala neuropati diabetik,” ungkap salah seorang nakes di RSD dr Soebandi itu.
Neuropati diabetik ditandai dengan hilangnya akson (salah satu nama saraf, Red), dan yang terkena terlebih dulu adalah serabut saraf terpanjang. Umumnya pengidap mengalami gejala nyeri serta sensasi kesemutan yang rasanya hilang timbul ketika malam hari. Gejala khas ini diawali dari jari kaki, kemudian menyebar sampai ke proksimal tungkai.
Karena hilangnya sensor pada beberapa organ termasuk telapak kaki, para penderita diabetes dilarang berjalan tanpa menggunakan alas. Tidak hanya itu, pemilihan alas kaki juga harus sesuai. Mulai dari berbahan lunak hingga dengan sirkulasi yang baik. “Karena kurangnya sensasi di kaki mereka, penderita diabetes tidak menyadari tentang jumlah tekanan yang mereka letakkan pada titik tertentu sambil berjalan,” jelasnya.
Jika mereka terus melakukan tekanan konstan pada tempat yang sama, apalagi jika alas kaki mereka terbuat dari bahan yang keras, hal itu dapat menyebabkan luka dan borok yang mungkin butuh waktu lama untuk menyembuhkan atau mungkin tidak menyembuhkan sama sekali.
Selain itu, lanjut dia, harus memiliki sirkulasi baik. “Artinya, harus memiliki ruang yang cukup untuk jari-jari bergerak. Pastikan jari-jari kaki bisa bergerak bebas di dalam sepatu,” imbuhnya. Sebab, sirkulasi darah yang buruk dapat memperpanjang penyembuhan dan memungkinkan luka menyebar. “Luka yang tak dapat disembuhkan menyebabkan kerusakan parah pada jaringan dan tulang, dan mungkin memerlukan amputasi jari kaki, kaki, atau bagian dari kaki,” tandasnya.
Jurnalis: Isnein Purnomo
Fotografer: Tri Joko S
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Safitri