RAMBIGUNDAM, Radar Jember – Banjir kerap identik dengan bencana dan kerugian. Rumah terendam, perabot rusak, hingga bangunan roboh menjadi pemandangan yang tak asing setiap kali air meluap.
Namun, di balik musibah yang datang, terkadang terselip berkah bagi sebagian warga.
Seperti yang terjadi saat Sungai Dinoyo meluap secara tiba-tiba. Banjir yang datang bukan sekadar air biasa, melainkan bercampur lumpur. Meski demikian, kondisi tersebut justru membawa rezeki bagi warga di sekitar aliran sungai.
Di Dusun Satrean, Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji, puluhan warga berbondong-bondong turun ke sungai untuk menangkap ikan yang mabuk akibat banjir lumpur.
Ikan-ikan tersebut tampak mengapung dan mudah ditangkap menggunakan serok maupun tangan kosong.
“Kalau banjir lumpur, biasanya banyak ikan yang keluar karena mabuk. Lumayan, di bulan puasa bisa dapat ikan untuk lauk berbuka,” ujar Rofiq, 45, warga Desa Suci, Kecamatan Panti.
Menurutnya, momen seperti ini memang kerap terjadi ketika banjir lumpur datang secara mendadak.
Air keruh yang membawa material dari hulu sungai diduga membuat kadar oksigen menurun sehingga ikan-ikan naik ke permukaan.
Warga pun memanfaatkan kesempatan tersebut. Ada yang membawa ember, karung, hingga jaring sederhana untuk menampung hasil tangkapan. Dalam waktu singkat, beberapa warga bahkan mampu memperoleh ikan hingga 2–3 kilogram. “Lumayan banyak dapatnya. Ada yang sampai dua sampai tiga kilo,” kata salah seorang warga lainnya.
Meski banjir tetap menimbulkan kekhawatiran, suasana di bantaran sungai saat itu justru tampak ramai dan penuh semangat. Bagi warga, hasil tangkapan tersebut menjadi tambahan lauk pauk di tengah bulan Ramadan. (jum/dwi)
Editor : M. Ainul Budi