RADAR JEMBER - Pantai Watu Ulo menjadi salah satu destinasi wisata paling populer di Kabupaten Jember. Terletak di Kecamatan Ambulu, pantai ini tak pernah sepi pengunjung, terutama saat akhir pekan.
Meski ombaknya besar, keindahan pantai ini tetap memikat, air lautnya biru jernih, anginnya sejuk, dan di sekelilingnya berdiri bukit-bukit hijau yang menambah pesona alamnya.
Namun, daya tarik utama Pantai Watu Ulo bukan sekadar pemandangan lautnya, melainkan legenda di balik batu-batu panjang yang menjulur dari tepi pantai hingga ke tengah laut. Dalam bahasa Jawa, watu berarti batu, dan ulo berarti ular, itulah asal mula nama “Watu Ulo” atau “Batu Ular”.
Baca Juga: Imbas Tiket Terusan Watu Ulo–Papuma Rp12.500, Pengunjung Pantai Payangan Kini Lebih Lengang
Bentuk bebatuan di sana memang unik. Jika diperhatikan, susunannya tampak menyerupai sisik ular raksasa yang membentang di antara deburan ombak. Dari situlah muncul cerita lama yang masih hidup hingga kini:
Konon, dulu ada seekor ular raksasa penjaga Laut Selatan yang berperang melawan para dewa. Karena keserakahannya, ular itu dikutuk menjadi batu. Tubuhnya terpotong-potong dan tersebar di sepanjang pantai selatan Jawa.
Masyarakat percaya, bagian tubuhnya yang kini menjadi batu berada di Pantai Watu Ulo Jember, sementara kepalanya ada di pantai selatan Banyuwangi.
Baca Juga: Libur Panjang Isra Mikraj, BPBD Jember Turun Langsung Amankan Wisata Pantai Papuma dan Watu Ulo
Cerita itu diwariskan turun-temurun dan menjadi bagian dari identitas masyarakat pesisir selatan. Bagi sebagian orang, Watu Ulo bukan sekadar batu, tapi peninggalan dari kisah mistis yang melibatkan makhluk sakti penjaga laut.
Tak heran, nuansa misteri terasa kental di antara suara ombak dan hembusan angin laut.
Namun, pandangan ilmiah punya penjelasan lain. Menurut geologi, bebatuan di Pantai Watu Ulo terbentuk dari lapisan sedimen laut purba yang terangkat akibat pergerakan tektonik, lalu terkikis ombak selama ribuan tahun hingga membentuk pola seperti sisik ular.
Baca Juga: Rekomendasi Lima Pantai Estetik Buat Kamu yang Mau Liburan ke Banyuwangi, Nomor 2 Ini Sudah Terkenal
Jadi, keindahan batu itu bukan hasil kutukan, melainkan jejak panjang proses alam yang berlangsung sejak zaman purba.
Lalu, mana yang benar, kisah mistis ular raksasa atau penjelasan ilmiah geologi?
Tak ada yang bisa memastikan. Mungkin legenda itu hanyalah cara leluhur menjelaskan fenomena alam yang sulit dipahami di zamannya.
Atau mungkin, di balik sains yang dingin, tetap tersisa sedikit misteri yang belum terungkap.
Penulis: Shafira Meidiana Putri
Editor : M. Ainul Budi