Radar Jember – Dampak terjadinya kemacetan lalu lintas di Ketapang, Banyuwangi, hingga jalur Situbondo mengakibatkan pengiriman BBM ke Jember terlambat.
Antrean panjang hingga mengakibatkan kemacetan di Jalur Pantura terjadi sebelum penutupan Jalur Gumitir penghubung Jember–Banyuwangi dilakukan.
Sebelum penutupan memang sudah terjadi antrean panjang mulai wilayah Baluran, Situbondo, hingga depo Pertamina di Ketapang, Banyuwangi.
Sehingga pengiriman BBM dari Depo Ketapang, Banyuwangi, ke SPBU di beberapa kabupaten mulai Bondowoso, Situbondo, hingga beberapa SPBU di Kabupaten Jember terlambat.
Bahkan ada SPBU di Jember hingga dua hari belum menerima kiriman BBM dari truk tangki Pertamina.
Seperti SPBU yang berada di ujung timur Kabupaten Jember.
Hal serupa terjadi di SPBU Sempolan, Mayang, Pakusari, dan beberapa SPBU yang ada di dalam kota.
Seperti SPBU Tegal Besar, SPBU Sabtuan, SPBU Cenderawasih, SPBU Kaliwates, serta SPBU di Baratan dan Arjasa.
Ratusan pengendara sepeda motor yang rela antre berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM untuk kendaraan roda dua dan empat.
Pengendara sepeda motor dan penjual eceran sudah antre sebelum truk tangki tiba di SPBU.
Bahkan ada pemilik kendaraan roda empat rela memarkir mobil di sekitar SPBU agar kebagian BBM ketika truk tangki datang.
Antrean panjang pengendara sepeda motor hingga berjajar 5 sepeda motor di SPBU Jenggawah, Dusun Bringin Lawang, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah.
Sehingga halaman SPBU dan jalan raya jurusan Mangli-Ambulu dipenuhi antrean pengendara sepeda motor.
Terlihat juga mobil pribadi ikut antre pada Minggu (27/7) sejak pukul 05.000 hingga pukul 10.00.
Terlihat antrean yang melingkari SPBU itu hingga berjajar lima baris sepeda motor.
Sementara, antrean panjang roda 4 cukup panjang.
“Ada juga warga yang datang lebih pagi setelah salat Subuh ke SPBU, ternyata sudah banyak yang antrw, “kata Solihin, warga Wonojati.
Samsul Arifin, 35, warga Jenggawah, mengaku, agar bisa dapat BBM, ia datang lebih pagi ke SPBU.
“Ternyata sudah banyak yang lebih pagi datangnya, karena takut lama antre ia memilih pulang dan membeli bensin eceran yang harganya rata-rata Rp 15.000,” katanya. (jum/c2/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh