Radar Jember – Sampai saat ini, beredar isu di kalangan penggemar JKT48 maupun masyarakat umum mengenai adanya bekas cairan aneh yang ditemukan di kamar mandi FX Sudirman setelah konser JKT48 selesai digelar.
Isu ini menjadi viral dan memicu berbagai asumsi serta stigma negatif yang akhirnya membuat banyak wota yang merupakan sebutan untuk penggemar JKT48 malu mengakui dirinya sebagai bagian dari fandom tersebut.
Namun, salah satu wota asal Jember memberikan pandangan berbeda terkait isu ini.
Menurutnya, fenomena tersebut bukanlah gambaran dari keseluruhan komunitas wota, melainkan tindakan dari beberapa oknum yang tidak mewakili semangat dan karakter asli para penggemar JKT48.
“Stigma ini justru sangat merugikan kami sebagai penggemar sejati. Banyak yang jadi minder, bahkan takut untuk mengakui kalau mereka wota karena khawatir dipandang negatif,” ujar Panvan, seorang wota dari Jember.
Dalam sebuah podcast di YouTube Radar Jember Digital, Panvan juga menegaskan kalau komunitas wota yang asli sangat menghargai sopan santun dan tata krama, baik saat konser maupun di luar kegiatan fandom.
Menurut Panvan, stigma negatif ini sering muncul karena kesalahpahaman dan berita yang tidak lengkap.
Dia berharap masyarakat bisa lebih bijak menilai wota dan jangan langsung menggeneralisasi.
Isu bekas cairan di kamar mandi ini mengingatkan kita kalau stigma negatif yang berlebihan bisa membuat dampak sosial yang tidak adil buat komunitas tertentu.
Dengan saling menghargai dan melihat fakta secara benar, semoga wota dan masyarakat bisa tetap rukun dan saling mendukung.
Penulis: Ning Nabila Zuhro
Editor : M. Ainul Budi