MARAKNYA judi online (judol) cukup berdampak negatif terhadap para korban yang tergiur dengan iming-iming penghasilannya. Ini dirasakan betul oleh salah satu pengusaha percetakan di sekitar kampus di Jember.
Pria ini mengaku kapok bermain judol. Baik itu permainan slot, togel, maupun tebak skor pertandingan sepak bola. Meski saat mencoba-coba taruhannya selalu memberi kemenangan. Namun, jika dihitung dengan modal yang sudah masuk ke permainan judol, sangatlah jomplang. Bahkan tak ada keuntungan seperak pun. Hanya memberi sensasi saat berhasil menang.
Dia menyebut, awal mulanya tidak bermain judol yang transaksinya langsung melalui saldo rekening. Namun, game yang harus membeli chip sebagai koin permainannya. “Kalau pakai chip sekali dapet nominalnya kecil. Jadi, saya coba cari sensasi yang lebih,” tuturnya.
Judol yang bertebaran di website pun oleh pria yang enggan disebutkan namanya ini mulai dicoba-coba. Dari permainan yang tidak jauh berbeda dengan game slot, hingga taruhan skor hasil pertandingan sepak bola. “Awalnya akun saya cukup gacor (istilah keberuntungan, Red). Beberapa kali main selalu kena,” ungkapnya.
Dari situlah ia mulai memberanikan diri untuk melakukan deposito dengan nominal jutaan rupiah. Bahkan rela mengorbankan deposit dari hasil usaha percetakannya. “Kekhawatiran pasti ada, tapi saat bermain pikiran itu hilang. Tersisa keasyikan saat memutar tombol start slot,” paparnya.
Dari permainannya itu, pria ini mengaku pernah tembus dan menang hingga Rp 8 juta. Ini menjadikan rasa penasaran untuk mendapatkan keuntungannya yang lebih banyak semakin menggebu-gebu. Namun, dirinya baru menyadari setelah menghitung uangnya yang hangus hampir Rp 20 juta lebih. “Saya insyaf, tidak akan main judol lagi,” tegasnya. (dhi/c2/nur)
Editor : Radar Digital