Radar Jember - Jember adalah kabupaten yang terletak di Jawa Timur yang kaya akan wisata alam dan berbagai kisah menarik di dalamnya. Ada salah satu wilayah wisata di Jember yang sangat mistis yaitu Watu Ulo.
Tak asing lagi bagi warga Jember dan sekitarnya, jika pantai wisata Watu Ulo memiliki daya tarik mistis tersendiri. Dilihat dari lokasinya yang berada di desa Sumberejo, kecamatan Ambulu, wisata ini terletak di daerah Jember selatan tepatnya di pesisir pantai selatan.
Memang sangat dikagumi oleh banyak orang atas bentuk bebatuan yang sangat mirip dengan sisik ular. Pasti dengan adanya mitos dan sejarah yang beredar banyak orang yang mempercayai maupun megagumi mitos ini.
Watu Ulo berasal dari bahasa Jawa yang artinya batu dan ular. Alasan utama mengapa pantai ini dinamakan pantai Watu Ulo ialah karena di sepanjang pesisir pantai terdapat gugusan batu raksasa yang berbentuk seperti sisik ular sepanjang kurang lebih 110 meter.
Dari mitos yang beredar, batu yang mirip tubuh ular raksasa ini adalah seekor naga jahat yang sedang bersemedi bernama Nogo Rojo. Kerakusannya yang memakan berbagai ikan di sekitarnya membuat masyarakat sangat dirugikan dengan adanya mahkluk ini.
Lalu, seorang lelaki bernama Raden Marsudo membunuh naga jahat ini dan memotong tubuhnya, kepalanya berada di Banyuwangi, tubuhnya berada di Jember yakni di pantai Watu Ulo, dan ekorny berada di Pacitan.
Ada juga yang mengatakan bahwa Raden Marsudo dibarengi dengan Raden Said dalam membunuh ular raksasa ini. Keduanya ialah anak angkat dari Nini dan Aki Sambi yang usianya sudah tua. Raden Said sendiri ialah orang yang dikenal dengan nama lain sunan Kalijaga.
Singkat cerita, legenda menceritakan bahwa Raden Marsudo tengah pergi memancing ke pantai, namun tidak mendapatkan ikan satu pun, hingga ia mendapatkan satu ikan yaitu ikan mina. Tak disangka-sangka ikan tersebut bisa bicara, dan berbicara kepada Raden Marsudo untuk melepaskannya agar tidak dijadikan makanan oleh Raden Marsudo dengan imbalan diberi satu keping sisik emas.
Setelah dilepaskan, tiba-tiba ikan mina tersebut dimakan oleh ular raksasa bernama Nogo Rojo itu. Raden Marsudo yang geram, langsung melawan dan membunuh Nogo Rojo tersebut.
Raden Marsudo berhasil membunuh ular raksasa itu dan memotong tubuhnya menjadi tiga bagian yaitu kepada, tubuh, dan ekor yang ketiga bagiannya menjadi terpisah jauh.
Mitos-mitos yang beredar di maryarakat seperti di mitos Watu Ulo merupakan kekayaan dan menjadi folklore di masyarakat lokal yang harus diceritakan secara turun temurun. Meskipun tidak dapat dibukikan dengan logika, adanya mitos ini tidak boleh dilupakan karena akan menjadi ciri khas tempat atau suatu daerah. (ving)
Editor : Radar Digital