Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Mengenal Bura, Pendekar Tangguh dari Jember, Beladirinya Mampu Usir Penjajah, Siapa Dia?

Radar Digital • Minggu, 18 Agustus 2024 | 15:10 WIB

EPIC: Pemeran Pejuang Bura dan Letkol Moch Sroedji menampilkan perjuangan merebut wilayah Jember ketika dikuasai oleh Belanda dalam drama kolosal Pahlawan Bura di Stadion JSG, (17/8) sore.(YULIO/RJ)
EPIC: Pemeran Pejuang Bura dan Letkol Moch Sroedji menampilkan perjuangan merebut wilayah Jember ketika dikuasai oleh Belanda dalam drama kolosal Pahlawan Bura di Stadion JSG, (17/8) sore.(YULIO/RJ)
 

AJUNG, Radar Jember - Pertunjukan drama kolosal mewarnai kemeriahan Upacara Penurunan Bendera HUT RI ke-79 di Jember, kemarin (17/8) sore. Mengusung tema Pahlawan Bura, drama kolosal yang digelar di Stadion Jember Sport Garden (JSG) itu terasa nyata saat disaksikan.

Berbagai properti hingga pakaian era jaman penjajahan melengkapi suasana mencengkam saat masa-masa perjuangan. Terlebih diiringi dengan alunan musik yang menegangkan.

Selain Moch Sroedji dan dr Soebandi sesungguhnya ada beberapa pejuang yang cukup membanggakan di Jember. Salah satunya yakni Bura.

Sang pemberani luar biasa dari Jember bagian utara. Walaupun namanya tidak tercantum dalam lembar sejarah, namun kisah heroiknya melegenda di telinga rakyat Jember.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jember Bambang Rudianto menjelaskan, drama yang ditampilkan saat upacara penurunan bendera menceritakan keberanian Bura menghadapi moncong senjata penjajah.

Dengan senjata celurit, Bura diceritakan berjuang bersama dengan Letkol Moch Sroedji mengusir kedatangan Belanda di Jember.

“Bura berjuang dengan ilmu bela diri yang dimiliki,” jelasnya.

Ceritanya, usai kemerdekaan RI 17 Agustus 1945, pada tahun 1947 kolonial Belanda kembali melakukan agresi militer hingga berhasil menguasai Jember. Namun, perjuangan Bura dan Letkol Moch Sroedji berhasil merebut kembali Jember dari kekuasaan Belanda.

Tak berhenti sampai disitu, Belanda kembali merebut Jember dan bertempur dengan Bura beserta pejuang rakyat Jember.

Dengan cara licik, Belanda menculik ibu Bura agar mau menyerah dalam perlawanan. Tapi di tengah dialognya dengan Belanda, Bura ditikam dari belakang hingga terbunuh dan dibakar oleh pasukan Belanda.

Lalu, pada tahun 1949, Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI) berhasil merebut kembali Jember dari tangan Belanda.

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan, drama kolosal yang mengangkat cerita Pejuang Bura sengaja dihadirkan untuk menunjukkan kepada warga bahwa Jember sebenarnya memiliki orang-orang yang hebat. Salah satunya Bura.

“Keuletan Bura melawan penjajah bisa menjadi teladan untuk anak muda dalam membangun bangsa,” pungkasnya. (qal/nur)

Editor : Radar Digital
#Jember